MAKASSAR, BKM — Bukan hanya merombak posisi lurah, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto juga berencana mengubah komposisi pejabat di lingkup pengelolaan keuangan. Danny mengatakan, seluruh pejabat yang mengurus persoalan keuangan sebaiknya memiliki latar belakang keilmuan dan pengalaman di bidang keuangan.
Ia menilai, hampir semua pejabat, mulai kasubag yang berurusan dengan keuangan tidak cakap dalam melaksanakan tupoksinya. “Ini saya sudah mau ganti semua, karena hampir sebagian besar yang tidak cakap,” ungkap Danny saat diwawancarai.
Orang nomor satu Makassar itu mengaku sejumlah persoalan yang muncul, termasuk keterlambatan pembayaran belanja kegiatan berawal dari lambannya akselerasi di bagian keuangan. Sehingga, selain meminta pendampingan dari pihak kejaksaan, Danny juga mengaku akan memperbaiki sistem dan manajemen dari dalam.
Dia mengaku sudah ada 14 posisi yang sudah siap untuk diganti. Mereka yang terpilih nantinya bakal dilantik secara bersamaan dengan lurah serta pejabat eselon III lainnya seperti sekretaris. “Ini sudah ada berapa, sudah ada 14 yang sudah siap. Jadi saya minta orangnya dulu, orang keuangan memang,” tambahnya.
Selain itu, Danny juga memberi bocoran bakal ada satu kepala OPD yang akan digantinya. Alasannya, karena dinilai tidak maksimal dalam melaksanakan tugasnya. “Ada (kepala OPD) yang akan diganti karena memang kinerjanya kurang,” jelasnya tanpa menyebut nama pejabat yang bakal digantinya.
Dalam mutasi dan pelantikan yang bakal dilaksanakan sebelum lebaran Idulfitri tersebut, Danny juga memastikan jabatan sekretaris di Inspektorat dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) sudah akan terisi.
Untuk mengisi dua posisi tersebut, butuh izin khusus. Pengisian jabatan di Inspektorat butuh izin dari Pemprov Sulsel. Sementara dari Dukcapil butuh izin langsung dari Kementerian Dalam Negeri.
Khusus untuk mutasi lurah, sebelumnya Danny menyampaikan, evaluasi lurah memang sudah lama direncanakan. Ia menilai, ada beberapa lurah yang kinerjanya tidak maksimal. Terjadi penurunan konsentrasi sehingga sulit untuk berkoordinasi dan menjalankan perintah yang diberikan.
“Saya melihat memang bahwa ada penurunan konsentrasi ke lurah jadi setengah mati kita kasi perintah,” ungkapnya.
Di sisi lain parah lurah tersebut juga membutuhkan peningkatan kapasitas atau capacity building.
Dikonfirmasi terkait rencana mutasi, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Akhmad Namsum, menjelaskan sejauh ini belum ada perintah langsung untuk menggelar pelantikan dari pejabat pembina kepegawaian, dalam hal ini wali kota.
Kalau sebatas penyampaian bahwa akan ada mutasi dalam waktu dekat, dirinya mengaku memang ada. Namun kapan dan di mana waktu pelantikannya, masih menunggu instruksi langsung dari wali kota. “Kami masih tunggu perintah Bapak Wali Kota. Begitu beliau menginstruksikan persiapkan pelantikan, kami akan langsung persiapkan,” tandas Akhmad Namsum. (rhm)
