SIKAP Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe usai menyerahkan surat perlindugnan hukum dna keadilan kepada Mahkamah Agus (MA) RI melalui pimpinan PT TUN melontarkan kekecewaannya.
“Saya cuma sayangkan karena bagaimanapun dia (Moeldoko,red) ini adalah pejabat tinggi. Dia tangan kanan presiden, masa melakukan langkah-langkah yang menurut saya bukan hanya bertentangan secara hukum, namun hal itu tidak tidak etis, tidak beretika. Kami juga sayangkan karena presiden juga tidak melakukan tindakan apa-apa terhadap orang kepercayaannya yang sudah melakukan tindakan, baik secara hukum maupun secara etika. Itu saya kira bermasalah, tapi kita di Demokrat bisalah menghadapi masalah ini dengan cara yang beradab dengan cara-cara yang legal. Kita tidak akan menghadapinya dengan cara-cara yang ilegal seperti cara mereka,”jelas Ulla-panggilan akrab Ni’matullah.
Ulla yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel ini mengaku jika langkah Moeldoko tidak terlalu mengganggu persiapan Partai Demokrat menghadapi pemilu legislatif (Pileg) dan pemiliha presiden (Pilpres).
“Tidak terganggu meskipun saya tahu itu upaya mereka untuk mengganggu kita. Jadi saya kira ini hanya cara-cara politik kotor yang menurut saya sudah seharusnya ditingglkan. Memang harus ada perubahan tidak bisa dibiarkan terus negara diurus dengan cara-cara begini. Ini kan cara-cara yang tidak benar, tidak etis ini harus diubah harus dirubah dan kita mau perubahannya beradaptasi melalui pemilu yang benar,”pungkas Ulla didampingi sekretaris Haidar Madjid serta bendahara Nurlinda Salengke. (rif)

