MAKALE, BKM — Hari ketiga Pansus DPRD Tana Toraja membahas LKPJ Bupati Tana Toraja tahun 2022 menghadirkan lima OPD yakni RS Lakipadada, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, PUPR, dan PRKP.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Tana Toraja, Kendek Rante saat memimpin pembahasan LKPJ dihadiri Wakil Ketua DPRD, Yohanis Lintin Paembongan, dan anggota Pansus lainnya, Timotius Tumbu, YT Paonganan, dan Leonardus Tallupadang.
Kadis Kesehatan Kabupaten Tator dr Rudhy Andi Lolo menjelaskan, fenomena yang dihadapi dalam hal pelayanan kesehatan di daerah yakni masih ada Puskesmas belum memiliki tenaga dokter sekaligus Kepala Puskesmas.
Menurut Rudhy, Puskesmas di Tana Toraja sudah mencapai 22 unit dan tahun ini Puskesmas Lemo Menduruk sudah mulai difungsikan sehingga total Puskesmas sudah 23 unit.
Pemasalahan kekurangan dokter ini jelas Rudhy diakibatkan tidak adanya pendaftar saat pada formasi penerimaan dokter tahun 2022 lalu. Penyebabnya terkendala dengan aturan yang ketat sehingga tenaga dokter sudah mengabdi tidak ada yang memenuhi syarat menjadi ASN.
Rudhy berharap penerimaan dokter umum saja sehingga formasi terisi. DPRD perlu bijak dan arif menyikapi persoalan ini sehingga kebutuhan tenaga dokter terpenuhi, dan semua Puskesmas sudah diisi dokter. Dokter yang terdaftar di IDI Tana Toraja kurang lebih 90 orang dan ini perlu dipikirkan tenaga dan keahliannya dirasakan masyarakat.
”Tahun 2023 mengajukan formasi tenaga kesehatan (Nakes) 242 sesuai lowongan tersedia. Hanya saja begitu mudahnya terangkat tenaga dokter dan nakes di Tator sehingga banyak pendaftar dari luar, namun setelah lulus dan mengabdi kurang lebih empat tahun sudah pindah. Kesannya si Tana Toraja hanya persinggahan, ”ujar Rudhy. (gus/C)
