MAKASSAR, BKM — Tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkot Makassar hingga saat ini belum cair. Sejak Januari hingga April ini, belum ada ASN yang dibayarkan haknya itu.
Hal tersebut menimbulkan kegelisahan di kalangan para ASN, baik yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Ini sudah masuk bulan April, belum ada sama sekali pencairan TPP. Mulai dari Januari sampai sekarang. Sementara kita butuh, apalagi ini sudah mau lebaran,” ungkap seorang ASN yang enggan disebut namanya.
Dia berharap pencairan bisa dilakukan secepatnya. Kalau bisa paling lambat sebelum lebaran Idulfitri. “Iya, kita banyak kebutuhan ini jelang lebaran. Itu tongmi TPP yang kita andalkan untuk digunakan selain THR. Paling tidak cairkanlah satu atau dua bulan dulu,” tambahnya.
Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi pun mempertanyakan lambannya pencairan TPP tersebut. Tidak tanggung-tanggung, orang nomor dua Pemkot Makassar itu langsung mempertanyakan ke Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar M Dakhlan dalam rapat persiapan Hari Otoda dan Rakor Apeksi yang digelar di Ruang Sipakatau, Senin (9/4).
“Saya juga ini sudah mumet dengar curhatan soal TPP. Kalau saya orang awam, mungkin sudah saya demo Pak Kaban (Kepala BPKAD). Tagline Kejamnya Ibu Kota, Lebih Kejam Pak Kaban,” sentil Fatmawati sambil bercanda disambut tepuk tangan peserta rapat yang merupakan kepala OPD, camat, lurah, hingga direktur BUMD.
Kepala BPKAD M Dakhlan pun langsung memberi penjelasan terkait lambannya pencairan TPP itu. Dia memaparkan, pihaknya sebenarnya sudah berupaya sebisa mungkin agar TPP ASN Pemkot Makassar bisa segera dicairkan. Namun hingga saat ini belum ada lampu hijau dari Kementerian Dalam Negeri untuk pencairan.
Bahkan, kata Dakhlan, dirinya langsung ke Jakarta untuk mengurus prosesnya. Dia mengatakan, sejak dua minggu lalu semua berkas telah ada.
“Yang jelas TPP kami akan cair tinggal persoalan waktu. Saya sampai ke Jakarta, tiga hari di sana urus ini. Sejak dua minggu lalu, berkas untuk pengajuan pencairan sudah dikirim ke Kemendagri,” ungkapnya.
Namun, kata dia, terjadi miskomunikasi di luar kemampuannya sebagai Kepala BPKAD. Dia mengatakan, seharusnya bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Makassar membantu memfasilitasi ke Biro Organisasi Kemendagri terkait dokumen yang harus divalidasi.
“Karena jujur, saya tiga hari di Jakarta, ke Kemendagri, akses saya ke sana (Biro Organisasi Kemendagri) terbatas. Memang akses ke sana harus dari Ortala juga,” ungkap Dakhlan.
Menurut dia, seandainya validasi dokumen di Biro Organisasi rampung pada hari Rabu pekan lalu, maka proses pencairan TPP sudah bisa dilakukan sekarang.
“Termasuk saya komunikasi dengan pihak Kementerian Keuangan. Dikatakan mereka sudah siap (mencairkan) selama validasi itu bisa keluar dari Biro Organisasi Kemendagri,” tambahnya.
Dia menjelaskan, pihak BPKAD akan tetap berusaha untuk mengawal persoalan ini agar bisa secepatnya untuk dicairkan. “Jika validasi dokumen bisa keluar hari ini (kemarin), kami akan berusaha tanggal 19 April mendatang TPP sudah bisa cair,” tegasnya.
Berbeda dengan TPP, gaji 14 atau yang populer disebut THR untuk ASN Pemkot Makassar sudah mulai dicairkan. Dakhlan mengatakan, pencairan THR sudah dilakukan sejak Jumat pekan lalu.
“Sudah ada 29 OPD yang THR-nya sudah cair. Khusus untuk lingkup sekretariat, memang belum cair karena dokumen dari Kabag Keuangan belum sampai dari BPKAD,” jelasnya.
Namun, Kabag Keuangan Pemkot Makassar mengatakan pihaknya sudah menyerahkan dokumen untuk pencairan pada Senin pagi. “Tadi pagi (kemarin) sudah kami masukkan,” singkatnya. (rhm)
