RANTEPAO, BKM — DPD KNPI Toraja Utara bersama puluhan Organisasi Kepemudaan (OKP) Toraja Utara menggelar aksi unjukrasa di depan eks Gedung DPRD di Kota Rantepao, Kamis (13/4). Aksi massa dikawal aparat kepolisian, TNI, dan Satpol PP.
Wakil Bupati Torut Frederik Victor Palimbong (FVP) menemui para pendemo sekaligus audience yang tergabung dalam aksi Kombongan Pemuda Toraja Utara, namun tidak ada hasil sehingga gabungan OKP melampiaskan kekecewaan dengan membakar aset berupa kursi, meja, dan fasilitas lainnya.
Aksi dilanjutkan ke Rujab Bupati Yohanis Bassang di Lampan, Tallunglipu, lagi-lagi gabungan OKP kecewa sebab Ombas tidak kunjung temui mereka.
Kapolres Toraja Utara, AKBP Zulanda meminta para pengunjuk rasa di seputar Rujab untuk duduk berdiskusi dan bersama membicarakan fenomena yang dialami saat ini.
”Kami akan menjadi mediator baik, sehingga apa yang diinginkan menghasilkan win-win solusion,”jelasnya.
Meskipun baru pertama kali berkantor, namun persoalannya langsumnh didalami sehingga perjuangan massa aksi hasilnya baik tanpa mengorbankan pihak lain. Ketua KNPI Toraja Utara, Belo Tarran menegaskan harga mati bagi pemuda dalam mempertahankan gedung Pemuda.
Menurut Belo gedung pemuda Toraja Utara memiliki sejarah sehingga wajar dipertahankan. Namun sangat ironi setelah jika eks kantor pemuda ditinggalkan DPRD ke kantor barunya dan justru Bupati Yohanis Bassang menunjuk sebagai kantor PTSP Toraja Utara. (gus/C)
