MAKASSAR, BKM — Masih banyak pengembang yang enggan menyerahkan Prasarana Sarana dan Utilitas (PSU) ke Pemerintah Kota Makassar.
Penyebabnya, karena keberatan dengan syarat yang ditetapkan. Namun ada juga karena alasan pailit.
Kapal Bidang PSU, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Makassar, Hirman mengatakan, setidaknya sejak 2019 hingga saat ini total PSU yang sudah diserahkan sudah mencapai 57 PSU, itu meningkat tajam selama dua tahun terakhir.”Total luasannya semua itu mencapai 40.129 m²,” imbuhnya.
Aset itu terdiri atas lampu jalan, drainase, jalan, taman, masjid, lapangan olahraga, PJU, musallah hingga saluran.
Sedangkan harga keseluruhan aset tersebut dilaporkan telah mencapai Rp2,1 triliun. Pemerintah kota pun telah masuk mengintervensi pembenahan aset-aset yang sudah diserahkan itu.
Dia melanjutkan setidaknya masih ada sekitar 400-san perumahan, dengan potensi luasan 900.000 m², hanya saja nilainya belum bisa dikalkulasi lantaran belum adanya perhitungan NJOP.
“Jadi ada mungkin sekitar 400-san perumahan yang belum diserahkan,” tegasnya.
Sementara itu sebelumnya Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto telah menjanjikan akan mengatensi seluruh pengembang di Makassar.
Ini menyusul banyaknya perumahan di Makassar yang dalam kondisi kacau balau, terutama saat banjir, banyak yang tergenang akibat pengelolaan drainase dan penempatan kawasan yang tidak tepat.”Kita akan intervensi,” tegas Danny belum lama ini. (rhm)
