Site icon Berita Kota Makassar

Rp5,15 Triliun Uang Beredar Selama Ramadan dan Idulfitri

MAKASSAR, BKM — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulsel mencatat peredaran uang yang terjadi selama periode Ramadan dan Idulfitri sebesar Rp5,15 triliun. Angka tersebut meningkat sebesar 3,67 persen dibanding outflow periode yang sama tahun 2022.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sulsel, Causa Iman Karana menjelaskan
penarikan uang di perbankan mendominasi kenaikan outflow periode Ramadan dan Idulfitri 2023 yang meningkat sebesar 14,13 persen dibandingkan 2022. Outflow atau penarikan uang pecahan besar (UPB) tercatat sebesar Rp4,78 triliun.

Yang cukup menarik juga, masyarakat cukup antusias melakukan penukaran uang kecil, khususnya untuk pecahan Rp20 ribu ke bawah. Nilainya mencapai Rp367 miliar. Mengalami peningkatan sebesar 16,57 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Cukup banyak permintaan untuk penukaran uang kecil Rp2.000. Mungkin untuk dibagi saat lebaran,” jelas lelaki yang akrab disapa Pak Cik, Kamis (4/5).
Dia melanjutkan, jelang lebaran Idulfitri lalu, memang disiapkan layanan penukaran uang yang tersebar di 112 titik se-Sulsel.
Lebih jauh dikemukakan, pascalebaran ini, tekanan inflasi gabungan di lima kota yang menjadi acuan indeks harta konsumen (IHK) melambat.
Pada April 2023, inflasi di Sulsel tercatat 4,81 persen. Angka itu lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 5,86 persen.
Sejumlah faktor menjadi pemicu inflasi di bulan April. Di antaranya kelompok transportasi, pakaian dan alas kaki, perawatan pribadi, dan jasa lainnya.
Kenaikan tarif angkutan udara terjadi di hampir seluruh rute penerbangan, sejalan dengan peningkatan permintaan pada periode libur sekolah dan cuti Hari Raya Idulfitri, meski di tengah penurunan harga avtur. Idulfitri juga mendorong permintaan terhadap pakaian jadi, makanan, dan perhiasan.
Secara lebih rinci, komoditas utama yang mencatatkan inflasi pada April 2023 di antaranya angkutan udara memberi andil 0,074 persen, beras 0,056 persen, emas perhiasan 0,032 persen, angkutan antarkota 0,032 persen, dan udang basah 0,027 persen.

Di sisi lain, inflasi tertahan oleh penurunan harga komoditas-komoditas bahan makanan. Diantaranya Cabai Rawit (andil -0,098% mtm), kangkung (andil -0,038% mtm), bayam (andil -0,033% mtm), kacang panjang (andil -0,031% mtm), cabai merah (andil -0,026% mtm).
“Penurunan harga pada aneka cabai serta sayuran terjadi seiring menurunnya curah hujan di tengah musim panen raya hortikultura,” tambah Pak Cik.
Secara spasial, lima kota yang menjadi indikator penghitungan IHK di Sulsel pada April 2023 seluruhnya mengalami inflasi yang melandai dibandingkan bulan Maret 2023. Inflasi tertinggi tercatat di Kota Palopo (0,31 persen) dan terendah di Kabupaten Bulukumba (0,19 persen). Kota Makassar sebagai kota penghitung inflasi dengan bobot konsumsi tertinggi di Sulsel, mengalami inflasi 0,20 persen.

Di tengah peningkatan permintaan pada hari raya Idulfitri, terkendalinya inflasi pada April 2023 tidak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan TPID Sulsel. Di antaranya pelaksanaan kesepakatan pembelian harga Bulog kepada penggilingan beras di Sidrap. Rakor Inflasi dengan Kodam XIV Hasanuddin, high level meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Sulawesi Selatan yang menyepakati rencana penyediaan beras antara penggilingan beras dan Bulog, serta pengendalian komoditas perikanan.

Selain itu, juga dilakukan sidak di sejumlah pasar tradisional, operasi pasar dan pasar murah di 380 titik dari Januari hingga April 2023. Mei 2023 maupun triwulan II 2023, inflasi diprakirakan terus melandai seiring dengan normalisasi permintaan masyarakat dan upaya pengendalian inflasi yang terus dilakukan.
Namun demikian, terdapat beberapa risiko inflasi yang perlu mendapatkan perhatian, antara lain
dampak kebijakan kenaikan tarif cukai rokok 2023 di awal tahun, dampak kenaikan UMP 2023 yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, dan risiko El-Nino selama tahun 2023.

“Dengan berbagai upaya tersebut, ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK gabungan lima kota/kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan dapat kembali ke dalam sasaran inflasi 3±1 persen secara year on year pada akhir 2023,” harap Pak Cik. (rhm)

Exit mobile version