Site icon Berita Kota Makassar

3,1 Ha Lahan Siap Diserahkan ke Investor PSEL

MAKASSAR, BKM — Tender Pengelolaan Sampah Berbasis Energi Listrik (PSEL) sementara berproses. Hari ini, Selasa (9/5), tender sudah masuk tahapan pembukaan dokumen. Tahapan ini diikuti enam konsorsium dari 14 perusahaan/konsorsium yang ikut tender. Nantinya, dari hasil seleksi pembukaan tender, tiga konsorsium dipastikan gugur dan tiga lainnya akan maju ke tahap selanjutnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar Ferdy Mochtar menargetkan Juli mendatang, sudah ada pemenang tender PSEL dengan catatan semua proses atau tahapan berjalan lancar. “Kita berharap Juli mendatang sudah ada pemenang tendernya,” kata Ferdy.
Sejauh ini, kata mantan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Makassar itu, tim ahli yang terlibat dalam proses ini sudah bekerja maraton. Dia mengatakan, peninjauan ini akan memperhatikan kelengkapan dokumen dari jenis teknologi yang ditawarkan, keseriusan kepemilikan lahan, hingga modal dari investor yang bersangkutan.
“Ini akan menjadi pertimbangan utama dari panitia pelaksana dan tim ahli mana tim yang terbaik. Dari tiga ini akan diverifikasi lagi satu yang terbaik,” ungkap Ferdy.

Dia menekankan, untuk urusan teknologi, tetap mengutamakan teknologi yang ramah lingkungan, bisa berkesinambungan dan bisa dimanfaatkan nantinya oleh pemkot Makassar. “Semua aspek, yang berkesinambungan dan berkualitas kemudian pelaksanaannya memberikan multiplier effect bagi masyarakat di Kota Makassar,” jelasnya.
Pihaknya bersama pemerintah pusat juga akan segera menghitung tipping fee untuk skema investasi ke depannya, harapannya tetap dengan adanya win-win solution di antara kedua belah pihak.

Sementara itu, Ketua Panitia Lelang PSEL Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar Bau Asseng, mengatakan tetap ada kemungkinan salah satu atau beberapa dari konsorsium ini tak menyetorkan dokumen, ataupun memiliki kriteria yang tak sesuai dengan keinginan kota. Kendati demikian dirinya tetap optimis.
Bau Asseng memastikan lelang ini akan berjalan lancar melihat animo dari peserta lelang yang cukup tinggi. Pihaknya pun telah memberikan sejumlah kemudahan agar investor bisa melengkapi dokumennya, seperti dengan mengabulkan permintaan dari konsorsium yang meminta adanya penambahan waktu.
“Kita masih belum tahu. Siapa tahu hanya dua yang memiliki kelengkapan, atau malah keenamnya. Kita masih belum punya informasi,” jelasnya.
Bau Asseng melanjutkan, lelang investasi PSEL ini menganut sistem Kerja Sama Penyediaan Infrastruktur (KSPI). Karena itu pemkot juga memiliki kewajiban untuk menyediakan penyertaan modal kepada investor.
Diketahui dari laporan pertanahan sebelumnya ada 3,1 hektare lahan yang akan disediakan bagi para investor ini. Bau Asseng mengatakan lahan ini telah siap untuk diserahkan kepada investor. Penyerahan dilakukan sesudah ada pemenang.
Meski telah disertakan modal, lahan tersebut kata dia, dipastikan tidak akan digunakan sebagai kawasan untuk membangun PSEL. Fungsinya sebagai kawasan penunjang. Operasionalnya tetap dilakukan di lokasi yang disediakan oleh investor.
“Kan mereka juga kelola sampah lama. Siapa tahu nanti di situ dia tarik sampah yang di atas di gunung. Dia olah di situ dalam bentuk pengelolaan sederhana, tapi bukan listrik,” jelasnya.
Pun dapat difungsikan sebagai kawasan untuk memarkirkan atau menyimpan kelengkapan operasional, seperti mobil, truk dan sebagainya. “Jadi dia nanti manfaatkan lebih kepada fungsi tambahan,” tandas Bau Asseng. (rhm)

Exit mobile version