MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar segera membentuk tim untuk mengawasi distribusi masuknya hewan kurban yang akan dijual di Makassar.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Andi Herliyani, menjelaskan, setiap tahun pihaknya akan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan yang akan dikurbankan.
Begitu juga setelah pemotongan hewan, pihaknya juga akan melakukan pengawasan apakah daging kurbannya layak untuk dikonsumsi.
“Jadi sebelum hari H, melakukan pemeriksaan dan pemantauan di titik-titik penjualan maupun masyarakat yang memanggil kami atau lembaga yang menyelenggarakan pemotongan hewan,” ungkapnya dalam kegiatan Sosialisasi Peran Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar dalam Melakukan Pencegahan, Pengendalian Penyakit Hewan Menular dan Keamanan Pangan Asal Hewan, Selasa (9/5) di Hotel Best Western.
Lebih jauh dikemukakan, sebelum melakukan pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban, pihaknya akan turun ke lapangan terlebih dahulu melakukan verifikasi lokasi-lokasi mana saja yang akan menjadi tempat penjualan hewan kurban.
Selanjutnya, DP2 baru akan menyusun tim yang akan turun nantinya melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban, mana yang layak untuk dikurbankan, baik memenuhi standar kesehatan hewan maupun syariat Islam.
“Biasanya tim sudah mulai bekerja H minus 10 hingga H plus 10 lebaran Idul Adha,” tambahnya.
Sebelum bekerja, tim yang dibentuk harus mengantongi SK Wali Kota, baik untuk tenaga dokter hewan maupun paramedisnya.
“Nanti akan ada SK Wali Kota yang menugaskan teman-teman yang akan turun ke lapangan.Dokter hewan dan paramedisnya,” jelas Andi Herliyani.
Sejauh ini, tambahnya, hewan ternak yang masuk di Makassar masih tergolong aman untuk dikonsumsi.
Walaupun beberapa waktu lalu, kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) cukup merebak di Sulsel, namun sejauh ini Makassar masih nol kasus.
“Hanya kasus Jembrana yang sedikit masih ada. Tapi sampai sekarang ini, teman-teman yang melakukan kegiatan di lapangan belum menemukan walaupun di Sulsel ada,” tandasnya.
Sementara itu, Asisten II Pemkot Makassar Rusmayani Madjid menjelaskan sejauh ini, DP2 sudah bekerja cukup baik dalam menindaklanjuti isu yang beredar di Makassar.
“Lalu lintas hewan di Makassar tetap dipantau oleh DP2, apalagi, pernah ada PMK tertangani dengan baik,” jelas wanita yang akrab disapa Maya.
Dia melanjutkan, setiap ada persoalan DP2 merespon setiap ada masalah sehingga tidak terjadi kepanikan di tengah masyarakat. (rhm)
