MAKASSAR, BKM — Sekolah Islam Athirah kini telah berusia 39 tahun. Kehadirannya terus menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan yang signifikan. Berawal dari belasan kelas yang digunakan di kawasan Jalan Kajaolalido, Kota Makassar.
Kini , Sekolah Islam Athirah telah mengelola lebih dari 100 kelas dengan empat jenjang pendidikan, yakni Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas.
”Alhamdulillah, Sekolah Islam Athirah saat ini berkembang cukup pesat. Ini terlihat dari jumlah pendaftarnya yang terus meningkat setiap tahunnya. Juga, keberadaan Sekolah Islam Athirah tidak lagi sekadar berada di Jalan Kajaolalido, Makassar. Tapi juga sudah ada di kawasan Bukit Baruga dan di Kabupaten Bone. Tahun lalu, jumlah peserta didik baru yang kami terima sekitar hampir 900 orang. Dan ditahun 2023 sebanyak 900 orang lebih. In shaa Allah pada milad ke-40 Sekolah Islam Athirah tahun 2024 mendatang, kami sudah bisa menerima peserta didik baru sebanyak seribu orang orang. Apalagi, saat milad tahun depan, kami juga akan membuka jenjang pendidikan sekolah dasar di Kabupaten Bone. Karena selama ini, di Kabupaten Bone kami baru membuka dua jenjang pendidikan. Yaitu sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas,” jelas Direktur Sekolah Islam Athirah, H Syamsir, ST. MP.d, saat jumpa pers puncak milad ke-39 Sekolah Islam Athirah, di hall Sekolah Islam Athirah, Jalan Kajaolalido, Sabtu siang, 13 Mei 2023.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, pada puncak milad ke-39 Sekolah Islam Athirah, di lapangan upacara sekolah tersebut, Sabtu pagi, mengharapkan agar Sekolah Islam Athirah sebagai lembaga pendidikan yang berbasis keagamaan, dapat menjadi pelopor pembinaan calon-calon pemimpin generasi-generasi muda Islam yang inovatif, kompetitif, dan berkarakter dengan ciri khas Sulawesi Selatan.
Di hadapan wartawan, H Syamsir menuturkan cikal bakal lahirnya Sekolah Islam Athirah. Dikatakan, sebelum tahun 1984 lahan Jalan Kajaolalido masih berupa tanah kosong. Selanjutnya, oleh HM Jusuf Kalla akan dibangun hotel. Karena Jalan Kajaolalido disebut adalah kawasan bisnis.
Tidak tanggung-tanggung, wakil presiden dua periode dari dua presiden berbeda tersebut telah menyiapkan investor asing. Namun rencana JK, sapaan akrab HM Jusuf Kalla ditentang ayahnya, H Kalla. Hingga akhirnya JK menuruti keinginan ayahnya untuk membangun sebuah sekolah Islam.
”Alhamdullah, sekolah tersebut masih tetap eksis hingga saat ini. Bahkan, keberadaan Sekolah Islam Athirah tidak saja diperhitungkan ditingkat Sulawesi Selatan, tapi juga secara nasional. Dua Sekolah Islam Athirah menempati posisi terhormat untuk kategori sekolah swasta. Di Sulawesi Selatan kita menempati peringkat kedua. Sedangkan secara nasional diperingkat 200-an. Kita targetkan dalam beberapa tahun ini kita sudah masuk 100 besar,” kata Syamsir dengan penuh semangat.
Serangkaian peringatan Milad ke-39 tahun 2023, tambah Ketua Panitia Pelaksana, Andi Nur Alam, dilakukan sejumlah kegiatan dan perlombaan, seperti olahraga, spiritualisasi, seni dan inovasi, serta webinar bedah buku bertajuk ‘Adversity Ouotient’, agar anak tidak gampang menyerah. (mir)
Gubernur Harap Dapat Menjadi Pelopor Pembinaan Generasi Muda Islam yang Inovatif, Kompetitif, dan Berkarakter
