MAKASSAR, BKM — Seorang pria paruh baya bernama Aris Syamsul ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di kamar rumahnya usai salat Jumat (12/5). Warga BTN Citra Tello Baru Blok C5/16 Kelurahan Tello, Kecamatan Panakkukang itu kondisinya sangat memprihatinkan. Jasad lelaki berusia 51 tahun ini telentang di atas tempat tidur dan sudah menimbulkan bau menyegat.
Seorang saksi di TKP bernama Ibrahim Asis (45), mengatakan sebelum penemuan mayat korban, ia terlebih dahulu datang ke masjid untuk menunaikan salat Jumat. Dari situ Ibrahim sudah mencium adanya bau busuk.
Dia kemudian mendatangi warga lainnya bernama Ahmad. Kepadanya, Ibrahim menanyakan asal bau busuk. Ahmad kemudian menunjuk ke arah mimbar.
Karena penasaran, usai salat Jumat, Ibrahim berbincang dengan sejumlah jemaah yang merupakan warga kompleks BTN Citra Tello Baru. Timbul pertanyaan, apakah ada karpet dalam masjid yang menjadi pemicu timbulnya bau tersebut atau ada penyebab lainnya.
Ibrahim dan sejumlah warga lalu melakukan pengecekan, namun tidak di dalam masjid, melainkan ke sebuah rumah yang ditempati oleh korban. Letaknya memang tak jauh dari masjid.
”Kami kemudian berkoordinasi dengan menantu korban bernama Adin. Disepakati untuk mendobrak pintu rumah. Selanjutnya kita masuk ke dalam dan mengecek ke kamar. Di situ korban ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa dengan posisi tertidur menyamping sebelah kanan,” terang Ibrahim.
Temuan mayat korban kemudian disampaikan ke warga lainnya. Ada di antaranya yang menghubungi Bhabinkamtibmas KelurahanTello Baru Aipda Muh Kasim.
Sementara saksi Adin (35) yang merupakan menantu Aris, mengemukakan bahwa korban memang telah lama menderita penyakit ginjal. Bahkan pernah mendapat perawatan intensif di Rumah Ibnu Sina. Beberapa hari belakangan korban diketahui tak pernah kelihatan. Ia tinggal seorang diri di rumahnya.
Pada pukul 13.48 Wita, Kanit Reskrim Polresk Panakkukan Iptu Armin bersama personelnya tiba lokasi dan berkoordinasi dengan keluarga almarhum.
Kasi Humas Polrestabes Makassar Kompol Lando membenarkanya adanya kejadian tersebut. Berdasarkan laporan dan informasi keluarga, korban sudah lama mengidap penyakit gagal ginjal. Personel Bhabinkamtibmas selanjutnya berkoordinasi dengan pihak keluarga guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ada di antara pihak keluarga yang menolak untuk dilakukan autopsi. (jul)
