MAROS, BKM — Ratusan guru dan kepala sekolah tingkat SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Maros mengikuti workshop penyusunan KOSP Kurikulum Merdeka untuk tahun pelajaran 2023-2024. Workshop ini berlangsung di ruang pola kantor bupati Maros, Sabtu (13/5).
Ketua MKKS Maros, Syamsuddin, pada acara tersebut, mengatakan, kegiatan workshop penyusunan KOSP Kurikulum Merdeka yang digelar selama sehari ini bertujuan agar seluruh satuan pendidikan di Maros mampu menyusun KOSP sendiri. Sehingga kelengkapan administrasi dukumen satunya sudah lengkap.
”Workshop penyusunan KOSP Kurikulum Merdeka
yang kami gelar ini bertujuan agar guru dan kepala sekolah mampu menyusun KOSP sekolahnya masing-masing,” kata Syamsuddin.
Ditambahkan Syamsuddin, langkah-langkah penyusunan kurikulum operasional (bagi yang belum pernah menyusun kurikulum operasional di satuan pendidikan) harus melaksanakan analisis karakteristik di sekolahnya.
Kemudian merumuskan visi, misi, dan tujuan. Selanjutnya menentukan pengorganisasian pembelajaran sampai penyusunan rencana pembelajaran.
”Untuk tahun ajaran baru mendatang sudah tidak ada lagi sekolah khusus SMP yang tidak memiliki administrasi pada dokumen satu. Karena sertifikat worshop tidak ada diterbitkan jika sekolah tersebut mengirim bukti penyusunan KOSP sekolahnya masing-masing,” kata Syamsuddin.
Sementara itu, Ketua MKPS SMP Kabupaten Maros, Askari, pada acara pembukaan workshop meminta agar seluruh kepala sekolah SMP negeri dan swasta mengikuti kegiatan workshop penyusunan KOSP Kurikulum Merdeka
tahun 2023.
”Hasil workshop ini nantinya kami para pengawas bina akan menindaklanjuti seperti apa hasilnya. Kami yakini, teman-teman kepala sekolah dan guru akan belajar dengan baik agar kelengkapan administrasi KOSP sekolahnya lengkap sebelum tahun ajaran baru 2023 mendatang,” ujar Askari.
Sementara itu, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Maros, Andi Patiroi, mengatakan, kegiatan workshop yang digelar pengurus MKKS SMP Maros ini sangat besar manfaat yang dihasilkan.
Para kepala sekolah dan guru bisa lebih cepat memahami seperti apa yang harus dilakukan untuk penyusunan KOSP pada kurikulum merdeka ini.
”Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena kepala sekolah dan guru sudah bisa menyusun KOSP kurikulum merdeka,” kata Kadis.
Hanya saja, lanjut Kadis, setelah kegiatan ini selesai maka tugas pengawas yang harus menindak lanjuti di setiap sekolah binaanya. Pengawas harus memeriksa hasil penyusunan KOSP Kurikulum merdeka di setiap satuan pendidikan.
”Jadi para peserta workshop yang hadir agar betul-betul belajar menyusun KOSP. Karena untuk kurikulum merdeka ini tidak ada lagi sekolah yang bisa meminta file atau data ke sekolah yang sudah menyusun KOSP nya. Karena setiap sekolah berbeda beda kebutuhannya, kelemahan, dan kekuatan di setiap sekolah berbedah-beda. Sehingga penyusunan KOSP di setiap satuan pendidikan harus duduk bersama stakeholder sekolah untuk menyusunnya agar peserta didik mendapatkan pelayanan belajar sesuai tingkat perkembangan dan potensinya. Sehingga mereka belajar dengan nyaman. (ari/c)

