MAROS, BKM — Menyongsong rencana pelaksanaan Kurikulum Merdeka tahun ajaran 2023/2024, puluhan pengawas SMP Maros yang tergabung pada Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) SMP, melakukan studi tiru ke SMPN 1 Enrekang.
Kehadiran rombongan studi tiru MKPS SMP Maros tersebut dihadiri seluruh pengawas SMP Kabupaten Enrekang, kepala sekolah, guru dan staf tenaga kependidikan SMPN 1 Enrekang, Jumat (19/5).
Anggota MKPS SMP Maros, Jabaruddin yang dihubungi wartawan, Minggu (21/5), mengatakan, studi tiru yang dilakukan bersama seluruh pengawas SMP Maros ke SMP 1 Enrekang untuk bertukar pengalaman atau keterampilan terkait keberhasilan prestasi yang diraih SMPN 1 Enrekang.
Pada kesempatan itu, tambah Jabaruddin, rombongan disambut meriah dengan tari tarian paddupa di pintu masuk halaman sekolah.
Di perjalanan menuju aula pertemuan, ratusan siswa SMPN 1 Enrekang berjejer disepanjan jalan hingga sampai di tangga lantai dua gedung pertemuan telah menyapa sebagai tanda penghormatan kepada tamu yang datang ke sekolahnya.
”Kami tidak menyangka cara penghormatan tamu yang datang berkunjung ke SMPN 1 Enrekang. Kami bersama rombongan sangat terkesan sekali,” ujar Jabaruddin.
Disebutkan Jabaruddin, pada pertemuan tersebut protokol mengawali ucapan selamat datang lalu kemudian dilanjutkan dengan sambutan kepala sekolah SMPN 1 Enrekang yang memberikan gambaran progres pendidikan yang diterapkan di sekolahnya
Kemudian dilanjutkan pemaparan ketua MKPS Enrekang terkait kebijakan Pemkab Enrekang untuk medukung tugas oprasional pengawas di kabupaten Enrekang.
”Studi tiru yang kami lakukan ini menjadi masukan buat kami pengawas di Maros,” ujar Jabaruddin
Sementara itu, Ketua MKPS Maros, Askari, mengatakan, studi tiru di SMPN 1 Enrekang dan pengurus MKPS Enrekang ini sangat besar manfaat yang bisa dapatkan dan yang cocok kami akan sosialisasikan di Maros terkait tingkat kedisplinan guru disekolah.
Penyakit malas datang ke sekolah mengajar menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Enrekang. Pengawas sebagai perpanjangan tangan Dinas Pendidikan Enrekang, memang diberikan peluang memberikan laporan untuk diberikan sanksi administrasi kepada guru yang sudah lebih dari tiga kali ditegur.
Sehingga nota dinas atau mutasi ke sekolah terpencil akan turun dalam waktu tidak lama. Dengan cara seperti itulah, sehingga boleh dikata sudah sangat jarang lagi guru yang ditemukan malas.
Tingkat kedisiplinan guru sangat tinggi. Saat ini, guru datang ke sekolah mulai pukul 06.15 wita sampai pukul 07.15 wita.
”Setiap pagi guru dan kepala sekolah sudah ada di pintu masuk sekolah menyapa siswa yang datang ke sekolah,” ujar Askari menirukan ucapan ketua MKPS Enrekang.
Terkait kebijakan Pemkab Enrekang terharap pengawasnya untuk menunjang tugas tugas pengawas juga sangat bagus. Setiap pengawas diberikan kendaraan operasional roda dua. Semua bahan bakar setiap bulan ditanggung Pemkab Enrekang.
”Tidak ada alasan pengawas malas melakukan tugas tugas di sekolah binaanya karena biaya oprasionalnya ditanggung Pemkab Enrekang,” sebut Askari. (ari/c)

