RANTEPAO, BKM — Korban jembatan gantung yang ambruk gegara salah satu slengnya terputus hingga terseret arus di Sungai Maiting, Sabtu (20/5) lalu Zeina (3) akhirnya ditemukan pada, Minggu (21/5). Jazadnya Zeina ditemukan tiga km dari TKP tepatnya di bawah Jembatan To’nanna, Lembang Maiting.
Sebelumnya korban lainnya Adolfina (47) juga ditemukan dikolong jembatan To’nanna yang terjepit bebatuan pada, Sabtu (20/5). Kedua korban terseret arus Sungai Maiting saat melintas dijembatan gantung di Lempo Poton, Kecamatan Rindingallo, Toraja Utara hendak hadiri acara pernikahan.
Nahas saat rombongan ditengah jembatan sleng jembatan putus dan delapan orang jatuh ke sungai. Enam orang diantaranya sempat diselamatkan, sedangkan Adolfina dan Zaina terbawa arus, dan ditemukan meninggal dunia.
terang Kapolsek Rindingallo, Iptu Kusuma Tombilangi, Minggu (21/5) kemarin membenarkan ditemukannya Zeina. Jazad Zeina langsung dievakuasi ke rumah korban dan disemayamkan di rumah duka, sebelumnya dibawa ke Puskesmas dilakukan identifikasi.
Terpisah Komandan Basarnas Palopo Maickel Mart Femy mengatakan, korban balita yang tercebur ke Sungai Maiting ditemukan mengapung dan sudah meninggal dunia.
Korban dievakuasi ke Puskesmas kemudian dibawa ke rumah duka di Buntu Lobo, Batu Tumonga.
Korban ditemukan setelah hilang lebih dari satu hari karena kondisi medan yang sulit. Selain medannya terjal, juga batu besar juga menjadi faktor sulitnya proses evakuasi jenazah.
Sebelumnya, rombongan korban hendak menghadiri acara pesta pernikahan di Lembang Lempo Poton, Kecamatan Rindingallo, Kabupaten Toraja Utara tercebur ke Sungai Maiting setelah jembatan yang dilalui slengnya putus. Bahkan ibu korban jatuh pingsan tak kuasa melihat jenazah anaknya yang sudah terbujur kaku. (gus/C)
