MAROS, BKM–Kontestasi pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, DPRD Provinsi Sulawesi Selatan maupun DPRD kabupaten kota sudah semakin dekat setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menerima berkas pendaftaran bakal calon anggota legislatif (Bacaleg).
Di Kabupaten Maros, beberapa nama politikus yang juga merupakan putra terbaik kabupaten Maros dipastikan siap maju di Pileg yang dihelat 14 Februari 2024 mendatang.
Untuk DPR RI melalui daerah pemilihan (Dapil) Sulsel II meliputi Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Wajo, Soppeng, Bone, Sinjai dan Bulukumba, terdapat nama mantan Bupati Maros Hatta Rahman, Mantan Anggota DPRD Provinsi Sulsel Wawan Mattaliu, politikus serior Nurhasan dan Ketua DPD I Nasdem Maros Sahiruddin.
Hatta Rahman maju melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Wawan Mattaliu maju melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nurhasan dipastikan maju melalui Partai Amanat Nasional (PAN) serta Sahiruddin maju melalui partai yang dipimpin Surya Paloh.
Wawan Mattaliu sendiri telah medeklarasikan keinginannya maju di DPR RI pekan lalu. Dia mengatakan, DPR RI membutuhkan representasi dari orang biasa sebagai legislator. Dia berharap, dengan majunya dirinya bisa memberi warna dalam pengambilan keputusan-keputusan dari orang biasa kelak.
“Saya fikir, DPR membutuhkan representasi dari orang biasa seperti kami. Inilah yang mendorong kami untuk melangkahkan kaki menuju DPR RI. Pengalaman menjadi anggota DPRD Sulsel dua periode kami anggap cukuplah untuk membantu langkah saya selanjutnya,” jelas Wawan.
Terkait nomor urut sendiri kata Founder Laskar Orang Biasa (Lorsa) ini, pihaknya tidak begitu mempersoalkannya.
“Pada dasarnya saya tidak mempermasahkan nomor urut. Karena bagi saya semua nomor itu membawa hoki dan memiliki keberuntungannya sendiri,” jelasnya.
Wawan sendiri menyimpulkan, personal dirinya setelah 10 di DPRD Sulsel bahwa pada akhirnya regulasi dari jakarta yang menentukan nasib orang sulsel. “Sehingga kita butuh mendorong orang yang memahami daerahnya dan paham bagaimana solusinya menjadi kebijakan nanti. Sehingga efeknya akan sampai ke bawah,” jelasnya.
(ari/rif/c)
