Site icon Berita Kota Makassar

Kasus Bullying di MAN 2 Viral, DPPPA Beri Pendampingan

MAKASSAR, BKM — Sebuah video perundungan (bullying) terhadap seorang siswa yang dilakukan rekannya viral di media sosial.
Video berdurasi delapan detik itu mempertontonkan seorang siswi berhijab menampar temannya di depan kelas.
Dalam video tersebut terdapat caption tertulis ‘Begini muridnya MAN 2 kah?”
Berdasarkan informasi, siswi berinisial NA (17) menjadi korban perundungan rekannya.

Kejadian tersebut berlangsung pada September 2022, namun baru terungkap beberapa waktu belakangan dan menjadi viral di media sosial.
Merespon video perundungan itu, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) turut memberi atensi.
Kepala DPPPA Kota Makassar, Achi Soleman menyatakan bahwa pihaknya memberi perhatian penuh terhadap kasus tersebut.
Sejauh ini, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Makassar sudah memberikan pendampingan utuh kepada anak yang terlibat, khususnya anak yang menjadi korban.

Di samping itu, pihak sekolah juga melakukan pendampingan persuasif melalui orang tua korban.”Kami sudah mediasi. Sekarang masih dalam proses untuk melobi agar korban mau kembali ke sekolah,” ungkap Achi.
Dia sendiri tak menampik kemungkinan adanya kasus serupa yang terjadi di sekolah lain. Oleh karena itu, dirinya meminta agar siapapun yang menjadi korban atau mengetahui adanya kasus bullying, agar segera melapor ke UPT PPA Kota Makassar.
“Kami berharap kalau ada kasus bully, laporkan ke UPT PPA Kota Makassar. Kami ada layanan pengaduan dan layanan pendampingan. Jadi dalam hal ini kami siap melakukan pendampingan dan mediasi jika ada kasus,” tegasnya.
Achi menekankan, kasus perundungan tak boleh dibiarkan. Sebab akan menimbulkan kerugian kepada kedua belah pihak, baik anak yang menjadi pelaku, terlebih lagi anak yang menjadi korban.
“Karena itu bisa menimbulkan trauma yang mendalam. Contohnya kasus ini, korban sampai tidak mau ke sekolah apalagi kalau tidak ada intervensi dari sekolah,” sebutnya. (rhm)

Exit mobile version