MAKASSAR, BKM — Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar setelah melakukan penyelidikan, akhirnya berhasil mengungkap peristiwa terbakarnya Asrama Santri Tahfidzul.
Kebakaran asrama santri yang terletak di Jalan Hertasning, tepatnya di belakang kantor DPRD Kota Makassar, diungkap Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Mokhamad Ngajib, Kamis sore (26/5).
Dalam press release yang digelar Polrestabes Makassar di aula Mappaodang, Kapolrestabes Kombes Pol Mokhamad Ngajib menyebutkan, terbakarnya asrama santri tersebut dikarenakan pembakaran oleh tiga orang anak santri dari asrama santri Tahfidzul tersebut.
Mereka yang masing-masing berinisial MH (17), Mf (16), dan MA (16), membakar dapur asrama santri dengan menggunakan bahan bakar minyak.
Menurut pengakuan ketiga santri tersebut, mereka membakar asrama santri Tahfidzul lantaran mereka dibatasi keluar asrama santri Tahfidzul.
Sehingga mereka keluar diam-diam pergi membeli bahan bakar minyak dan membakar dapur. Salah seorang di antara mereka membuang puntung rokok di dapur. Akibatnya, isi asrama santri terbakar, dan ketiga santri tersebut sudah dtahan di Mapolrestabes Makassar. (jul)
