GOWA, BKM — Gassing Nganre adalah inovasi baru yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa dalam menangani stunting. Pemkab Gowa saat ini terus berupaya menurunkan angka prevalensi stunting.
Selain Dashat (dapur sehat) kini Pemkab Gowa cetuskan Gerakan Atasi Stunting dengan Telur dan Sayur Kelor (Gassing Nganre).
Terkait inovasi Gassing Nganre (kuat makan atau banyak makan) ini, menurut Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa, Kamsina, merupakan sebuah inisiatif Pemkab Gowa dalam usaha percepatan penurunan stunting.
”Arti program ini adalah gerakan mengonsumsi telur dan daun kelor setiap hari bagi ibu hamil dan baduta yang dipelopori partisipasi mandiri masyarakat lokal. Program ini juga telah kita sampaikan pada saat Penilaian Kinerja Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Sulawesi Selatan yang berlangsung di Maxone Makassar, Kamis (25/5) lalu. Jadi inovasi ini difokuskan pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) mulai dari ibu hamil dan bayi di bawah dua tahun. Tujuannya untuk mencegah dan menangani prevalensi stunting yang ada di Kabupaten Gowa,” jelas Kamsina, Senin (29/5).
Dikatakan Kamsina, sebelum Gassing Nganre ini, Pemkab menerapkan Dashat (dapur sehat atasi stunting). Program ini sudah berjalan pada 167 desa kelurahan di Gowa.
Isi dari dapur sehat ini adalah prioritas bahan-bahan lokal yang ada di wilayah itu lalu dimasak dan diantarkan kepada keluarga yang berisiko stunting terutama bagi yang tidak mampu.
Terpisah, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa yang juga Sekretaris Percepatan Penanganan Stunting Kabupaten Gowa, Sofyan Daud, mengatakan, pemaparan soal Gassing Nganre telah dilakukan di tingkat Provinsi Sulsel dan merupakan evaluasi program kegiatan yang dilakukan seluruh kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan. Termasuk Kabupaten Gowa.
”Dengan upaya ini sebenarnya sudah ada perubahan. Dua bulan pertama kita sudah intervensi itu. Dan Alhamdulillah, menunjukkan hasil menggembirakan, mulai lingkar lengan, kemudian yang berat badan anak terduga stunting yng semula kurang itu sudah mulai naik. Tinggi badan atau panjang badannya juga bertambah. Itu yang cukup menggembirakan. Kita berkesimpulan dari data-data itu bahwa kalau memang diintervensi melalui makanan yang berprotein tinggi itu menunjukkan hasil yang menggembirakan,” kata Sofyan. (sar)
