Site icon Berita Kota Makassar

PDIP Optimis Raih 19 Kursi Jika Proporsional Tertutup

MAKASSAR, BKM–Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Selatan optimis meraih kemenangan manakala pemilu legislatif (Pileg) yang dihelat 14 Februari 2024 mendatang dilakukan secara tertutup.
Hal itu disampaikan sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulsel Rudy Pieter Goni (RPG), Sabtu (3/6). RPG pun jumawa jika partai besutam Megawati itu punya target. Kata dia pihaknya akan meraih 19 kursi jika pemilu dilakukan sistem proporsinal tertutup.
“Target kami 14 kursi kalau (proposional terbuka), tapi kalau (tertutup) 19 kursi. Kita hitung dibeberapa daerah bisa dua kursi,”tegas RPG.
Anggota DPRD Sulsel itu mencontohkan, seperti daerah pemilihan (Dapil) Makassar A, B dan di Luwu Raya akan target dua kursi, karena memiliki bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) yang luar biasa.
“Di Makassar B contoh, ada enam Bacaleg termasuk petahana Risfayanti Muin,” tuturnya.
Jadi dua kursi itu bukan hal yang mustahil. Di Makassar A ada dokter Fadli Ananda, kita yakin bisa bawa kursi sendiri, kemudian Caleg lainnya bisa juga.
Ia mengatakan, khusus di Dapil Makassar A, sosok dokter Fadli Ananda dimasukan dalam komposisi Bacaleg menggantikan dirinya maju, merupakan langkah untuk menguji kemampuannya, sebab Fadli Ananda dipersiapkan untuk Pilwali Makassar 2024.
“Di Luwu Raya, ada pak Esra Lamban dari hasil survei beliau dapat juga diyakini dapat kursi, dan 10 Caleg lainnya bisa bawa kursi. Karena variatif dan juga berbeda demografi dan kondisi masing-masing,” jelasnya.
Seperti diketahui, DPD PDIP Sulsel telah menyetor 85 nama Bacaleg untuk DPRD Sulsel ke KPU.
Dari 11 Dapil yang kini tercatat delapan sebagai Anggota DPRD, tersisa enam yang kembali maju sebab dua diantaranya naik kelas untuk bertarung ke DPR RI, yakni, Kartini Lolo dan dirinya.

Selain Fadli Ananda juga ada legislator DPRD Sidrap Suckhar Syhandhiy Hamidse yang naik kelas. Selebihnya rata-rata pendatang baru.
Beberapa waktu lalu, Ketua DPD PDIP Sulsel, Andi Ridwan Wittiri (ARW) menegaskan, dengan komposisi Bacaleg itu, pihaknya menargetkan unsur kursi pimpinan. Mengingat PDIP hanya selisih suara dengan PKS yang menempati Wakil Ketua IV DPRD Sulsel, masing – masing mengantongi delapan kursi pada Pileg 2019.
“Saya diperintahkan, DPRD Provinsi (dari delapan) menjadi 15 Kursi. Semua dapil menjadi basis kami. Kali ini saya diperintahkan all out, semua kader tegak lurus,” tegasnya.

Pengamat politik, Dr Arief Wicaksono menilai, tingkat keterpilihan Bacaleg akan dipengaruhi beberapa variabel. Apabila berstatus petahana, potensi keterpilihan di masyarakat akan ditentukan kinerjanya ketika duduk di parlemen. Sedangkan pendatang baru akan dipengaruhi sebesar besar dapat meyakinkan pemilih dalam meraup suara. “Tingkat keterpilihan juga dipengaruhi marketing politik dan strategi seperti apa dan bagaimana Bacaleg menjalankan strategi di medan kontestasi nanti,” ujar Arief. (jun/rif)

Exit mobile version