GOWA, BKM — Perkembangan zaman makin canggih. Teknologi digital sudah menjadi kebutuhan utama dalam bisnis, baik skala besar maupun kecil.
PenGgunaan transaksi digital bahkan sudah mendominasi digunakan di kota-kota besar. Dan kini juga sudah merambah kota kecil.
Hal ini dilakukan untuk menjamin transaksi aman dengan tidak lagi menggunakan tunai.
Tentang transaksi digital ini, Pemerintah Kabupaten Gowa pun mulai menyiapkan layanan pembayaran digital yang akan berlaku bagi seluruh elemen masyarakat khususnya para pelaku usaha.
Apalagi pembelanjaan dalam lingkup perkantoran pemerintah maupun swasta.
Salah satu upaya Pemkab Gowa menuju transaksi digital itu, yakni menggagas pelaksanaan pasar murah digital.
Pasar murah digital ini dilakukan sebagai sosialisasi langsung kepada masyarakat tentang bagaimana cara melakukan transaksi digital. Khususnya penggunaan sistem pembayaran non tunai QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Rencananya, seperti dikatakan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Gowa, Indra Wahyudi Yusuf, kepada media, Rabu (7/6), gebyar pasar murah digital ini akan menggandeng Bank Sulsel dan digelar pada 25 sampai 28 Juni 2023 mendatang.
Program ini, kata Indra, sebagai upaya serius dalam mendorong atau mengajak masyarakat membiasakan diri menggunakan transaksi digital lewat penggunaan QRIS tersebut.
Gebyar pasar murah ini rencananya dilaksanakan menjelang Idul Adha. Tujuannya selain untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok, juga mengajak masyarakat agar terbiasa bertransaksi menggunakan QRIS.
”Dalam pasar murah ini, kami memastikan seluruh bahan pokok yang dijual itu sangat terjangkau. Karena distributor yang akan terlibat telah menjamin bahwa harga produknya yang paling murah dari tempat belanja di manapun. Hanya saja dengan catatan masyarakat tidak bisa berbelanja dengan uang tunai, melainkan menggunakan scan QRIS barcode,” kata Indra.
Dikatakan Indra, pasar murah berbasis digital ini akan digelar di RTH (ruang terbuka hijau) Syekh Yusuf di Jalan Masjid Raya Sungguminasa.
Dengan pasar murah berbasis digital ini akan mengedukasi masyarakat untuk membiasakan menggunakan QRIS setiap berbelanja. Sehingga, dengan menggeliatnya transaksi digital di masyarakat, maka tentu akan membantu pertumbuhan ekonomi di era saat ini.
”Belum lagi kita melihat saat ini kan yang banyak memiliki Mobile Bangking (MB) atau bertransaksi menggunakan QRIS itu masih masyarakat menengah ke atas, sehingga sekarang saatnya juga memassifkan penggunaan MB atau QRIS di kalangan masyarakat menengah ke bawah lewat pasar murah ini,” papar mantan Kabag Humas Setkab Gowa ini.
Dikatakan Indra, pasar murah digital ini nantinya akan melibatkan sekitar 30 hingga 40 tenant atau sesuai kapasitas RTH. Pasar ini juga menyiapkan tenant khusus distributor beras, minyak goreng, gula pasir, dan terigu.
”Jika konsep QRIS ini berhasil dilaksanakan di pasar murah, maka kita akan kembali adakan pada pelaksanaan Beautiful Malino pada Juli 2023 mendatang di hutan pinus Malino. Jadi kita akan manfaatkan segala momen sebagai bentuk sosialisasi pembayaran digital sistem QRIS ini,” kata Indra. (sar)

