MAKALE, BKM — DPRD Tana Toraja menggelar konsultasi publik penyelenggaraan Kabupaten Inklusi dan Perlindungan Disabilitas di Gedung DPRD Tator, Kamis (8/6).
Konsultasi publik terselenggaran kerjasama DPRD Tana Toraja dengan Yayasan Sangbure Mayang (YESma) untuk menyamakan persepsi dan persfektif Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Penyelenggara Kabupaten Inklusi Dan Perlindungan Penyandang Disabilitas.
Konsultasi publik Ranperda tindak lanjut kerjasama Yayasan Eran Sangbure Mayang (YESma) dengan DPRD Tana Toraja penyaamaan persepri dan perspektif Ranperda inisiatif dewan penyelenggaraan Kabupaten inklusif dan perlindungan disabilitas’.
Ketua DPRD Tana Toraja, Welem Sambolangi mengatakan penandatangan MoU dengan yayasan BaKTI melalui YESma dengan DPRD untuk memberikan perhatian anak-anak disabilitas, anak terlantar dan perlindungan anak. Hal ini juga sebagai tindak lanjut inisiasi DPRD dalam menyusun Ranperda untuk segera diserahkan ke Pemkab untuk dikaji sebelum dilakukan pembahasan di DPRD.
”YESma telah melakukan kajian-kajian mendalam atas naskah akademik Penyelenggaraan Kabupaten Inklusi dan Perlindungan Disabilitas. Ranperda ini telah melalui kajian mendalam dan konsultasi baik di Pemprov Sulsel maupun di daerah lain,” tutur Welem.
DPRD menyadari Ranperda sebelum di tetapkan Perda adalah milik publik, sehingga sebelum menjadi Perda harus mengikat semua rakyat dan seluruh lapisan masyarakat Tana Toraja melalui konsultasi publik.
Manager Program Inklusif BaKTI, Yusiana Palulungan mengatakan Tana Toraja daerah pertama di Indonesia menginisi Ranperda tentang inklusif. Renperda ini belum ada di Indonesia, dan diharapkan inisiasi pertama Kabupaten Tana Toraja bisa menjadi pedoman bagi daerah lain.
Officer YESma, Lenynda Tondok meminta agar Ranperda tersebut segera ditindaklajuti DPRD dan ditetapkan menjadi Perda. Karena Perda tersebut mampu mengakomodasi kepentingan penyandang disabilitas, kelompok rentan serta kelompok yang termajinalkan di Tana Toraja.
”Tahun ini kiranya jadi Perda dan pertama kabupaten yang inklusif di Tanah Air,” imbuh Lenynda. (gus/C)

