Site icon Berita Kota Makassar

KPU Sulsel Coret 41.066 Pemilih Ganda

MAKASSAR, BKM–Tahapan pemilu legislatif (Pileg) sudah semakid dekat yakni 14 Februari 2024 mendatang.
Partai politik (Parpol) di Sulawesi Selatan sebagai peserta pemilu telah menyetor nama para jagoannya yang akan bertarung memperebutkan 934 kursi, terdiri dari 24 kursi untuk DPR RI, 85 kursi untuk DPRD Provinsi serta 825 kursi untuk DPRD Kabupaten dan Kota.
Jelang penetapan daftar caleg sementara (DCS), Komisi Pemilihan Umum telah mencoret 41.066 nama ganda dari Daftar Pemilh Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) menuju Pemilu 2024.

Data KPU Sulsel, DPSHP Pemilu 2024 di Sulsel, sebanyak 6.686.826, kini telah berkurang 41.066 dari DPS yang sebelumnya ditetapkan KPU Sulsel, yakni sebanyak 6.727.892.
Koordinator Divisi Data dan Pemilih KPU Sulsel, Romy Harminto mengatakan, data pemilih sementara itu dilakukan penghapusan sebanyak 41.066, karena terjadi kegandaan.
“Data ganda tersebut kami ketahui ketika saat melakukan sinkronisasi pada rapat koordinasi nasional di Surabaya, tanggal 9 hingga 13 Juni 2023,” ujar Romy, Rabu (14/6).

Mantan komisioner KPU Makassar itu, mengemukakan kegandaan yang terjadi terdapat satu nama berada dua tempat. Misalnya antar kecamatan, antar kabupaten/kota, antar Provinsi hingga luar negeri.
Sehingga pembersihan data ganda ini sekaligus upaya meningkatkan partisipasi pemilih. Maka pembersihan ini dilakukan karena sangat berpengaruh kepada tingkat partisipasi pemilih nanti.
“Ketika masih berada dalam satu kabupaten/kota, otomatis tingkat partisipasi akan rendah, karena tercatatnya satu orang di dua tempat, itu menjadikan ukuran ukuran persentase partisipasi pemilih akan menurun,” katanya.
Diakui Romy, apabila data bersih akan memudahkan untuk memetakan tingkat partisipasi pemilih. Serta suara pemilih bisa terjaga. Angka partisipasi bisa dihitung secara ril kalau nanti sudah ditetapkan KPU RI bahwa data pemilih dijamin bersih dan tidak ada ganda. “Partisipasi pemilih saya bisa bilang kita target 80 sampai 90 persen, sepanjang data bersih. Karena biarpun data pemilih tinggi kalau ganda pasti partisipasi rendah, karena tidak ada orangnya,” ucapnya. (rif)

Exit mobile version