Site icon Berita Kota Makassar

Pita Gagalkan Peserta MHM Usia 55 Tahun Naik Podium

MAKASSAR, BKM — Kurang lebih 4.000-an pelari dari berbagai daerah, termasuk mancanegara mengikuti ajang Makassar Half Marathon (MHM) Tahun 2023 yang digelar Minggu (18/6). Para pelari dilepas oleh Sekretaris Kota Makassar Muh Anshar, didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Andi Pattiware serta Ketua KONI Makassar Ahmad Susanto.
Event tahunan ini mempertandingkan tiga kategori, masing-masing 5K, 10K, dan 21K. Khusus untuk kategori 5K, selain umum juga diperlombakan untuk spesifikasi master 40 tahun serta 45 tahun.

Tercatat ada 40-an pelari dari luar negeri ikut meramaikan event tahunan ini. Mereka berasal dari berbagai negara, di antaranya Amerika Serikat, Filipina, Singapura, Skotlandia, Kenya, Brazil, UK, dan Seoul (Korea Selatan).
Sejumlah pejabat dan pengusaha tercatat ikut dalam kegiatan ini. Seperti Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Sulsel Andi Arwien Azis, anggota DPRD Kota Makassar Kasrudi dan Muhlis Misba. Juga tampak Ketua HIPMI Sulsel Andi Rahmat Idris Manggabarani.
Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Makassar Andi Pattiware menjelaskan untuk event kali ini, disiapkan total hadiah sebesar Rp500 juta. Ada kenaikan dari perhelatan tahun sebelumnya, di mana hadiah yang disiapkan ketika itu sebesar Rp300 juta.
Dia mengatakan, tahun ini adalah tahun kedua MHM dilaksanakan dengan konsep restorasi untuk
menjadikan MHM sebagai ajang lari half marathon berstandar internasional terbesar di Indonesia Timur.
“Tahun ini kita mengambil tema Stride of Solidarity (Langkah Kebersamaan) dengan menggandeng hampir seluruh komunitas lari di Makassar dan Sulawesi Selatan,” ungkap lelaki yang akrab disapa Ware itu.

Dia melanjutkan, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pemuda dan Olahraga beserta para panitia yang terlibat berharap MHM akan terus dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya. Setiap tahun dilakukan pengembangan-pengembangan yang berkaitan dengan standarisasi lari maraton internasional agar Kota Makassar melalui MHM dapat semakin dikenal sebagai kota dengan event half maraton terbaik se-Indonesia Timur maupun Indonesia.
Dalam perhelatan tersebut, ada seorang pelari yang gagal naik podium karena didiskualifikasi. Sufri, salah seorang peserta MHM 21K seyogianya meraih juara podium dua kategori master B.
Sayangnya, ia terpaksa didiskualifikasi oleh panitia lantaran tidak menggunakan pita saat di check point. Pita tersebut menjadi syarat peserta untuk mencapai finish. Sufri menuliskan rasa kekecawaannya di akun media sosialnya.
“Selesai sudah tugas berlari di event Makassar Half Marathon 21k tahun 2023 pada kategori Master B umur 45+. Hasilnya memuaskan podium 2, setelah verifikasi kami dinyatakan diskwalifikasi hanya selembar pita berwarna merah yang terjatuh. Dengan berbagai aturan yang dibuat panitia penyelenggara. Jadi pita yang bisa mendiskwalifikasi peserta bukan chief. Chief itu tidak ada gunanya yang melekat pada nomor BIB peserta. Marsal juga tidak berfungsi serta pencatatan secara manual,” tulisnya di akun Facebook milik pribadinya yang dibagikan Minggu, 18 Juni 2023.
Saat dikonfirmasi, Sufri mengaku sangat menahan emosi ketika dirinya dinyatakan telah didiskualifikasi. Terlebih ia sudah bersusah payah berlari sejauh 21 kilometer dan mencapai hingga garis finish.
“Rasanya tidak enak karena saya ini orang sudah berumur 55 tahun menahan diri untuk emosi berlebihan. Apalagi saya sudah berlari 21 km, rasanya bisa kena jantung. Makanya saya cepat kembali netralkan suasana, cerita sama teman-teman runner bahwa ada kejadian begini yang tidak enak. Tapi saya bawa enjoy saja, kembalikan ke panitia dia mau apa, saya tidak terlalu terbebani,” terangnya.
Ia pun menyarankan panitia agar lebih jelas dan profesional dalam membuat aturan bagi peserta running. “Kalau masih menggunakan pita itu kampungan dan sangat mengganggu para pelari. Sebaiknya pakai Chief saja dan pengawas jalan atau jalur yang memotong,” pungkasnya. (rhm)

Exit mobile version