GOWA, BKM — Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa, Kamsina, menegaskan, menghadapi era globalisasi saat ini, dunia pendidikan menghadapi banyak tantangan.Semua pihak pun memiliki tanggung jawab lebih besar dalam mempersiapkan dan mendidik generasi muda ke depan.
Kamsina mengatakan, bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami krisis multidimensi yang berkepanjangan yang sangat berdampak di bidang ekonomi, politik, sosial budaya, dan lainnya.
”Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar persoalan bangsa yang kita hadapi saat ini disebabkan lemahnya sumber daya manusia yang kita miliki. Makanya, saya ingin menegaskan kembali betapa pentingnya peranan pendidikan dalam kehidupan manusia,” kata Kamsina saat hadir dan menyampaikan sambutan bupati Gowa pada pelaksanaan wisuda angkatan II Ponpes Villa Tahfidz Himmatul Qur’an Malino, di gedung Haji Bate Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sabtu (18/6).
Dikatakan Kamsina, peranan pendidikan dalam kehidupan manusia terutama di era modern seperti sekarang ini diakui sebagai satu kekuatan yang dominan serta menjadi faktor penentu dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang menguasai dan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan. Namun tetap memegang nilai-nilai moral, keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.
”Menghadapi era globalisasi saat ini para santri harus memiliki tiga kecerdasan yakni Intelectual Quotient (kecerdasan intelektual), Emotional Quotient (kecerdasan emosional) dan Spritual Quotient (kecerdasan spiritual),” jelasnya.
Disebutkan, Pemkab Gowa berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan proses penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional.
Tentunya dengan dukungan dan peran aktif dari seluruh komponen masyarakat, utamanya institusi dan lembaga-lembaga pendidikan yang ada di Kabupaten Gowa.
Kepala Kesetaraan Ponpes Villa Tahfidz Himmatul Qur’an, Hadianto, mengatakan, Ponpes ini berdiri pada 2019 dan sudah menamatkan 22 orang santri, delapan orang dari tingkat SMA dan 14 orang dari tingkat SMP.
Pada angkatan I di tahun 2019 jumlah santri memang sedikit karena merupakan angkatan pertama. Namun untuk pada 2023 ini jumlahnya sedikit bertambah sekitar 60 orang yang terdiri dari 30 orang tingkat SMA dan 30 orang tingkat SMP.
”Alhamdulillah, santri-santri kita yang di tingkat SMA diwisuda ini sudah mendaftarkan diri di universitas atau perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta dan di antara mereka juga sudah resmi diterima sebagai mahasiswa baru,” kata Hadianto.
Seiring berjalannya waktu empat tahun berdirinya Ponpes Villa Tahfidz Malino para pengelola beserta pimpinan pondok pesantren dan pimpinan yayasan selalu melakukan perbaikan dan pembenahan dari segala aspek.
”Tahun ini kami mendapat kehormatan dikunjungi tamu dari negeri Jiran Malaysia. Mereka memberikan beasiswa kepada para pembina dan para santri untuk melanjutkan studi atau pendidikannya di Malaysia. Selain itu, kami juga melakukan penandatanganan MoU dengan Institut Kalla. Dimana, siswa yang akan melanjutkan studinya di Institut Kalla akan mendapatkan beasiswa,” kata Hadianto. (sar)

