MAKASSAR, BKM — Kabar kurang sedap kembali datang dari kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Seorang mahasiswa baru (maba) Fakultas Kedokteran (FK) bernama Muhammad Fathan diduga menjadi korban penganiayaan seniornya.
Fathan yang tinggal kos di Pondokan Andi Naira Pertama Hijau Permai Blok N Kecamatan Rappocini, Kota Makassar ini mengalami peristiwa nahas pada Sabtu (24/6) dinihari pukul 00.30 Wita. Ia pun harus mendapatkan perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Makassar.
Kejadiannya berlangsung ketika korban mengikuti pengkaderan di Aula Yonif Raider 700 Kecamatan Tamalanrea. Tak terima penganiayaan terhadap putranya, keluarga korban mengadu ke Polrestabes Makassar, Minggu (25/6) pukul 10.00 Wita.
Kasi Humas Polrestabes Makassar Kompol Lando membenarkan pelaporan itu ketika dikonfirmasi, Senin (26/6). Dalam laporannya, dijelaskan kronologis kejadian yang dialami korban. Bermula pada Jumat (22/6). Fathan bersama rombongan lainnya di kloter kedua tiba di Aula Yonif Raider 700 dalam rangka pengkaderan yang dilaksanakan Fakultas Kedokteran Unismuh.
Kegiatan diisi dengan pemberian materi dan isoma (istirahat, salat, makan). Hingga pada tengah malam pukul 00.30 Wita para peserta, termasuk korban disuruh untuk berbaris oleh para seniornya. Barisan laki-laki berada laki di depan panggung dan perempuan di belakang barisan laki-laki.
Salah satu senior kemudian mematikan lampu dalam aula. Selanjutnya, ada salah satu dari senior dengan ciri-ciri menggunakan helm mengenakan jaket hoodie warna abu-abu dan corak hitam menanyakan identitas korban. Entah apa sebabnya, pelaku kemudian menendang perut korban dengan menggunakan lututnya sebanyak dua kali. Ada pula satu kali tendangan menggunakan kaki.
Mendapat serangan seperti itu, korban pun terjatuh. Meski begitu, pelaku tak juga menghentikan aksinya. Ketika Fathan jatuh, pelaku masih menendangnya. Bahkan ada beberapa pelaku lainnya yang tak lagi dikenali oleh korban. Saat itu ada salah satu teman pelaku yang membantu korban untuk bersikap jongkok.
Setelah kejadian tersebut, korban baru mengetahui lagi bahwa ada dua orang teman seangkatannya juga mengalami hal yang sama. Mereka adalah Muh Rafli dan Muh Ikhsan. Keduanya mengalami keluhan rasa sakit di bagian perut akibat dari tendangan ke arah perut mereka.
”Atas kejadian itu, langkah-langkah yang dilakukan pihak kepolisian adalah mengecek kondisi korban, meminta keterangan korban dan mengarahkan pihak kekuarga untuk membuat laporan polisi di Polsek Tamalanrea, mengingat korban masih sementara menjalani perawatan,” ujar Kompol Lando.
BKM sudah berusaha meminta konfirmasi dari pihak Unismuh Makassar terkait kasus ini. Namun, Kabag Humas Unismuh Hadisaputra belum memberikan respons upaya konfirmasi yang dilakukan. (jul)
