PALOPO, BKM–Politisi Partai Gerindra Hj Aisyah Tiar Arsyad mengajak para bakal calon anggota legislatif (Bacaleg), baik untuk DPR RI, DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten Kota yang berasal Wija To Luwu untuk mendukung pemekaran Luwu Tengah hingga terbentuknya Provinsi Luwu Raya.
“Pemekaran akan mengatasi kendala dalam pengembangan infrastruktur, layanan publik, dan peningkatan ekonomi masyarakat. Karena itu, para caleg Wija To Luwu harus berkomitmen memperjuangkan agar pemekaran Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya dapat tercapai dalam 5 tahun masa jabatan ke depan,” tegas Aisyah usai pembukaan silaturahmi nasional (Silatnas) BPP Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) di Gedung SCC, Kota Palopo, Sabtu (1/6)
Dosen Universitas Al-Azhar Indonesia ini menguraikan, moratorium (penundaan) Daerah Otonomi Baru (DOB) yang berlaku sejak tahun 2009 sudah harus dicabut demi kepentingan masyarakat banyak. Apalagi moratorium ini terkesan tebang pilih, terbukti dengan pengesahan UU Pemekaran Papua menjadi tiga Provinsi baru yakni Provinsi Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pergunungan pada 30 Juni 2022 kemarin.
“Kalau alasannya adalah ketidaksiapan untuk membiayai diri sendiri, nyatanya Tanah Luwu adalah daerah paling kaya di Sulawesi Selatan. Kita memiliki Nikel di Lutim, Emas di Luwu dan Lutra, sawit, dan masih banyak potensi lainnya. Ini saatnya Wija To Luwu memperjuangkan nasibnya sendiri di DPR RI. Kita harus ngotot dalam perjuangan ini!” tandas Aisyah.
Sosok Hj Aisyah Tiar Arsyad Kasmar sudah tak asing bagi segenap masyarakat Tana Luwu. Putri daerah Luwu Utara ini pernah maju sebagai caleg DPR RI di Dapil Sulsel III dan memperoleh 28 ribu suara.
Pada Pileg 14 Februari 2024 nanti, Aisyah bersaing untuk DPR RI melalui Dapil Sulsel III.
Sebelumnya, Ketua Umum BPP KKLR, H. Arsyad Kasmar menjelaskan, pembentukan Kabupaten Luwu Tengah akan menjadi jalan tol bagi terbentuknya Provinsi Luwu Raya. (rif)
