MAKASSAR, BKM–Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Mahfud MD menyebut, seluruh daerah di Indonesia memiliki kerawanan sengketa pemilu, termasuk di Sulawesi Selatan.
Hal tersebut disampaikan Mahfud MD usai memberikan materi pada kegiatan Forum Koordinasi Sentra Gakkumdu, Penanganan Tindak Pidana Pemilihan Umum di Wilayah Sulsel, di Hotel Claro Makassar, Kamis (13/7).
“Ada beberapa sih daerah dianggap rawan pelanggaran pemilu termasuk Sulsel, meskipun dari kasus yang diputus itu belum tentu yang terbanyak. Misalnya dijatuhi tindak pidana dan sebagainya,”ujar Mahfud.
Koordinasi antara penegak hukum dalam penanganan pemilu disebut penting. Hal ini juga diharapkan bisa meminimalisir terjadinya pelanggaran Pemilu.
Sentra Gakkumdu sendiri sebagaimana amanat dari Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, khususnya pada Pasal 886 ayat 1 menyatakan, untuk menyamakan pemahaman pada penanganan perkara tindak pidana pemilu, Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan membentuk Gakkumdu.
“Ini dengan harapan agar pelanggaran pemilu itu bisa diantisipasi dari sekarang, karena kalau terjadi pelanggaran itu ada pengadilannya,” sebutnya.
Dalam pelanggaran pemilu, kata Mahfud, juga sering terdapat pelanggaran pidana yang berujung pada pemenjaraan. Meskipun hukumannya terbilang kecil, namun lebih baik jika hal tersebut tidak terjadi.
Meski begitu, kata Mahfud, yang paling banyak digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) adalah KPU. Salah satu permintaan atau poin penggugat yang paling sering adalah permintaan KPU untuk membatalkan keputusan yang sudah ditetapkan.
“Kalau pidana itu ancamannya bisa penjara dan sudah banyak yang masuk penjara karena pelanggaran pidana, meskipun hukumannya juga kecil-kecil,” tutur Mahfud.
“Termasuk juga untuk memperkecil terjadinya gugatan ke MK, karena terkadang kecurangan itu terjadi dilakukan pemain secara horisontal, tapi nanti yang digugat ke pengadilan itu KPUnya, kalau di dalam hukum pemilu itu, misalnya KPU, KPU Pusat, kemudian meminta KPU untuk membatalkan kembali apa yang sudah diputuskan,” Mahfud didampingi Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Mantan ketua MK itu meminta kepada masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam pemilu nanti. Kolaborasi masyarakat dan penyelenggaraan, termasuk pengawas pemilu disebut dapat menjadikan pemilu yang sehat dan berintegritas.
“Supaya pemilu ini lebih sehat lebih berintegritas, mari kita jaga bersama-sama dari sekarang karena tahapan pemilu sudah masuk,”pungkasnya. (jun/rif)
