BARRU, BKM — Bupati Barru Suardi Saleh mengapresiasi napak tilas kejayaan sejarah masa lampau yang merupakan gagasan rumpun kerajaan Balusu, Gau Mallebbina Lamassellomo Ponggawa Bone Laowe ri Luwu di Soaraja Lapinceng, Kecamatan Balusu, Minggu (30/7).
“Saya menyampaikan apresiasi rumpun keluarga kerajaan Balusu yang menyelenggarakan kegiatan ini. Ini sarat akan nilai sejarah dan nilai sakral budaya yang harus dilestarikan. Terpenting Acara Gau Mallebbina Lamassellomo Ponggawa Bone laowe ri Luwu menjadi ajang silaturahmi yang digagas oleh rumpun kerajaan Balusu dan menjadi pertanda kekinian saat ini tidak bisa terlepas dari kehidupan masa lampau,” ucap Suardi
Bupati dua periode melanjutkan sambutannya dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam adat budaya.
“Saya yakin dan percaya banyak nilai-nilai positif dan sejarah masa lampau yang bersesuaian dengan tatanan kehidupan kita dimasa sekarang dan masa yang akan datang,” ujarnya.
Suardi menambahkan kegiatan yang dilaksanakan hari ini adalah salah satu upaya untuk menapaktilasi bukti sejarah masa lalu bahwa pernah eksis suatu kerajaan di daerah ini dan sampai saat ini yaitu Saoraja Lapinceng.
Saoraja Lapinceng jelas Suardi dibangun pada tahun 1890 merupakan salah satu istana yang pernah ada dimasa kerajaan Balusu pada lalu. Selain Saoraja Lamattanru dan Saoraja Lamacang yang berada di Bulu Dua ini dibangun oleh raja terakhir Kerajaan Balusu yakni Andi Muhammad Saleh Daeng Parani Arung Balusu.
Sejalan dengan pelaksanaan kegiatan ini, tentu ada asa dan semangat yang akan diteruskan untuk masa depan. Acara ini harus dijadikan mometum kesadaran bersama terhadap keberadaan sejarah kerajaan Balusu di masa lalu.
Menjadi wahana untuk memelihara dan melestarikan berbagai nilai kearifan lokal yang masih relevan sampai saat ini dan tentu acara ini akan mampu menumbuh kembangkan kebersamaan semua dalam semangat Yassiberrui.
Suardi memaparkan berbagai indikator pembangunan Barru terlihat antara lain PDRB meningkat dari Rp 8,10 triliun pada tahun 2021 menjadi RP 8,50 triliun pada tahun 2022. PDRB perkapita meningkat dari RP. 43,43 juta pada tahun 2021 menjadi RP. 45,00 juta pada tahun 2022. Pertumbuhan ekonomi meningkat dari 4,77 persen pada tahun tahun 2022 dan akan diprediksi mencapai diatas 5 persen pada akhir tahun 2023. (udi/C)
