MAKASSAR, BKM–Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi selatan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama managemen PT Angkasa Pura dan Dinas Perhubungan Sulsel terkait progres perkembangan pembangunan Bandara Sultan Hasanuddin, Rabu (9/8).
RDP yang dihadiri Ketua Komisi D DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi dipandu wakil ketua Komisi D John Rende Mangontan (JRM).
Sebelum memberikan kesempatan kepada pihak Angkasa Pura, JRM mempersilahkan pejabat yang mewakili gubernur memberikan pengantar.
Pejabat yang mengawali Gubernur mengakui bila memang pihaknya banyak mendapat keluhan dari masyarakat, termasuk ketika ada kunjungan dari komisi 11 DPR RI. “Kebetulan Anggota DPR RI itu mampir dibandara, namun lagi-lagi mempersoalkan fasilitas keamanan hingga kebersihan,”ujarnya.
Mereka (Anggota DPR RI,red) menghadapi sedikit masalah karena harus perjalanan jauh. “Kita tau Bandara Sultan Hasanuddin terbesar di kawasan Indonesia timur, sehingga butuh perhatian”ujarnya.
Ketua Komisi D, Andi Racmatika Dewi juga mengakui banyaknya keluhan yang disampaikan masyarakat, khususnya penumpang dibandara.
“Sebenarnya kami tak bermintra secara langsung, namun karena terkait pelayanan publik, mau tidak mau kami tentu akan mempertanyakan,”ujar Cicu-panggilan akrab Andi Rachmatika Dewi.
Menurutnya, apa yang diungkapkan wakil rakyat hal ini menjadi catatan agar segala sesuatunya menjadi terang benderang. “Jika bandara tak bisa melayani secara nyaman, maka kita bisa saling cari dimana kekurangannya,”ucap Cicu.
Selain itu, legislator Partai Nasdem Sulsel ini juga mengkritisi masalah taksi bandara, “Tapi nanti perlu mendapat perhatian dari Dinas Perhubungan agar kenyamanan di bandara harus menjadi prioritas utama, utamanya kamar mandi atau toilet. Kalau kamar mandi dan toiletnya bersih tentu akan dipuji, karena mereka banyar pajak,”jelasnya.
Cicu menjelaskan dengan anggaran yang dikeluarkan pemerintah pusat harusnya sebanding dengan apa yang dinikmati masyarakat.
Anggota Komis D Mizar Rahmatullah juga menyampaikan soal panjang lintasan jalan bagi para penumpang yang ingin naik kesesawat sepanjang setengah kilometer. “Utamanya penumpang yang membawa barang atau koper besar. Perlu ada perhatian, utamanya karena jalan yang tak mulus banyak lubang,”jelas Mizar.
Legislator PDIP Andi Ansyari Mangkona mempertanyakan soal monopoli parkir, “Harus dibatasi dulu monopoli taksi, sebab mulai dari ujung sampai jalur keluar. Coba dikurangi taksi yang menumpuk” pinta Ansyari.
Hal sama disampaikan Esra Lamban. “Pisahkan area taksi keberangkatan dengan area kedatangan,”pinta politisi PDIP ini.
Adapun legslator Gerindra Vonny Amelia juga mengeluhkan soal kebersihan toilet serta AC yang yang tak begitu maksimal (rif)
