GOWA, BKM — Sebanyak delapan orang pejabat administrator Gowa mendapatkan penghargaan sebagai peserta yang menghasilkan perubahan terbaik.
Kedelapan orang ini merupakan bagian dari 37 orang pejabat administrator Gowa yang mengikuti pelatihan kepemimpinan administrator angkatan VI lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa tahun 2023.
Dari kegiatan pelatihan ini seluruh peserta dinyatakan lulus. Namun delapan pejabat lainnya buah karya inovasinya dinilai terbaik.
Sebanyak 37 pejabat administrator yang mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan VI lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa tahun 2023.
Dari jumlah ini, hanya 36 orang yang dinyatakan lulus. Satu dinyatakan gagal karena menderita sakit selama PKA berlangsung.
Delapan pejabat itu yakni Widiah Restuti Hasan (Sekdis Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Gowa) dengan karya proyek perubahan Gowa Digital Service Coverage Inquiry (Gowa Discovery).
Ulfa Tenri Batari (Kabid Pendidikan Dasar Disdik Gowa) dengan produk proyek perubahan Rumahku Sekolahku (Rukoku).
Yazer Azhari (Kabid Pemuda Olahraga Dispora Gowa) dengan proyek perubahan Sistem Informasi Pelayanan Kepemudaan dan Keolahragaan Kabupaten Gowa (Sepeda Olga).
Taufiq (Kabag Ortala Setkab Gowa) dengan proyek perubahan Pengendalian Data Kinerja Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Gowa (Pak Opik).
Muhammad Natsir (Kabag Persidangan Setwan Gowa) dengan proyek perubahan Informasi Terpadu Persidangan (Interupsi).
Muh Agus Harahap (Kabag Umum Setkab Gowa) dengan proyek perubahan Pengawasan Kebersihan Sarana Kantor Bupati Gowa (Warisan Bupati Gowa).
Mahmud (Sekban Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Gowa) dengan proyek perubahan Sistem Informasi Layanan Pengelolaan Anggaran (Silpa), dan Faizal Ichwan Azali AZB (Kabid Pajak Pendapatan Bapenda Gowa) dengan judul proyek perubahan Layanan Pembayaran Pajak Badan Pendapatan Daerah (Lapak Bapenda).
Saat menutup resmi pelatihan yang telah berjalan dua bulan ini di Baruga Pattingalloang kantor Pemkab Gowa, Selasa sore (29/8), Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, pelatihan yang dijalani para peserta bukanlah akhir dari pengabdian melainkan awal dari sebuah tugas dan tanggung jawab besar sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
”Saya harap ilmu yang didapatkan selama ini agar diimplementasikan dengan baik menuju Kabupaten Gowa lebih baik di masa mendatang,” kata Adnan.
Adnan juga meminta seluruh materi yang diterima selama mengikuti pelatihan kepemimpinan. Termasuk inovasi maupun terobosan yang dilakukan dapat benar-benar diimplementasikan di unit kerja masing-masing.
”Inovasi, terobosan yang peserta buat selama mengikuti pelatihan kepemimpinan ini betul-betul dapat diimplementasikan. Jangan sampai ini hanya sebuah pengguguran kewajiban saja, membuat satu inovasi, satu terobosan tapi tidak bisa diimplementasikan di jajarannya masing-masing. Dan ingat inovasi yang kalian buat harus mengikuti perkembangan zaman mengingat saat ini dibutuhkan ASN yang lincah, inovatif dan dinamis agara pemerintahan berjalan dengan baik,” tandas Adnan.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Selatan, Prof Muh Jufri, menyampaikan penghargaan dan terimakasih setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Gowa yang telah berkenan mempercayakan BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan untuk bekerjasama dalam penyelenggaraan PKA Angkatan VI ini.
”Kami berharap agar kerja sama ini tetap dapat dilanjutkan untuk berbagai kegiatan lain yang terkait pengembangan kompetensi ASN kita di Kabupaten Gowa,” kata Prof Jufri.
Dengan durasi waktu pelatihan selama 91 hari, dengan jam pembelajaran yang juga tergolong tidak sedikit, sangat diharapkan selama proses tersebut berlangsung betul-betul tidak hanya sifatnya sharing knowledge atau sebaliknya.
Tapi yang terjadi di dalamnya adalah peningkatan kualitas kepemimpinan dari masing-masing peserta pelatihan.
Apalagi, sebagaimana yang dipahami bersama, sebagai pejabat administrator dipercayakan untuk memimpin tim yang tentu diharapkan akan semakin berkualitas. Selain itu tim yang semakin mampu untuk menunjukkan kolaborasi yang tinggi.
”Seperti yang kita selalu pahamkan bahwa saat ini bukan waktunya untuk berkompetisi tapi yang dibutuhkan adalah kolaborasi apalagi ditambah dengan kekuatan kolaborasi dengan komunikasi yang efektif saya yakin kerja-kerja apapun selalu akan menghasilkan yang terbaik,” papar Prof Jufri. (sar)
