MALILI, BKM — Badan Perencanaan dan Penelitian Pengembangan Pembangunan Daerah (Bapelitbangda) Pemkab Lutim bekerjasama Advancing Cocoa Agroforestry Towards Income Value and Environmental SUstainanility (ACTIVE) diimplementasikan PT MARS dan I4DI (Institute For Development Impact) menggelar Workshop Pengembangan Potensi Kakao Berbasis Desa, di Aula Bapelitbangda, Selasa (29/8).
Asisten Administrasi Umum, Nursih Hariani didampingi Kepala Bapelitbangda Kabupaten Luwu Timur, Dohri As’ari dan Program Manager ACTIVE, Elifinas Yusufadisyukur, SP., M.Sc., M.Si dalam sambutannya mengungkapkan, tujuan dari workshop ini agar menambah wawasan untuk meningkatkan produksi kualitas kakao masyarakat desa serta meningkatkan kesejahteraan petani khususnya di Kabupaten Luwu Timur.
“Pada Kawasan Sektor Perkebunan Pemkab Lutim sejak Tahun 2017 sampai sekarang terus melakukan program dan kegiatan ekstensifikasi, intensifikasi dan dalam rangka memperbaiki kualitas dan produksi kakao, antara lain melakukan peremajaan, membangunan Unit Pengolahan Hasil (UPH) Kakao, dan pemberiaan sarana penunjang lainnya kepada para petani kakao yang ada di Kabupaten Luwu Timur,“ jelas Nursih.
“Melalui workshop ini, diharapkan dapat terbangun integrasi dan kolaborasi antara stakeholder untuk pengembangan program kakao sehingga terjadinya peningkatan kualitas kakao masyarakat serta peningkatan kesejahteraan petani kecil khususnya di Kabupaten Luwu Timur,” tambahnya.
Sementara itu, Program Manager ACTIVE selaku Narasumber, Elfinas Yusufadisyukur mengatakan, program active hanya ada di dua daerah di Provinsi Sulawesi Selatan. Program ini memiliki tiga tujuan mendukung Pemerintah Indonesia dalam mempromosikan praktek-praktek agroforestri kakao berkelanjutan dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim seraya meningkatkan pendapatan petani kecil.
“Untuk program ACTIVE ini hanya ada di dua daerah di Sulawesi Selatan dilaksanakan yaitu Kabupaten Luwu Timur dan Kabupaten Luwu Utara. Program ACTIVE ini sendiri memiliki tiga komponen yaitu Pelatihan dan Pendampingan Agroforestri, Akses Pembiayaan dan Asuransi Pertanian, dan Kebijakan dan Program Keberlanjutan,” kata Elfinas.
Workshop ini diisi dengan sesi sharing dan diskusi bersama agar program ACTIVE ini dapat mencapai tujuan yang diinginkan dalam mewujudkan Luwu Timur berkelanjutan dan lebih maju. (rls)

