MAKASSAR, BKM–Politisi Partai Golkar selaku ketua Badan Pengurus Pusat Ikatan Alumni (BPP IKA) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) Dr Idrus Marham sangat berharap agar perguruan tinggi di Sulsel semakin maju agar bersaing dengan perguruan tinggi yang ada di Pulau Jawa.
Menurut Idrus Marham, untuk mendapatkan rangking secara nasional hingga internasional, maka perguruang tinggi di Sulsel harus meningkatkan penelitian.
Dijelaskan bila setiap tahun disusun peringkat perguruan tinggi se Indonesia. Di mana sejauh ini hanya Unhas berada di peringkat ke 13, sementara perguruan tinggi Islam baru UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang berada di urutan ke 16.
“Selain Bandung, tidak ada lagi universitas Islam. Oleh karena itu, saya kira pimpinan yang baru dilantik harus menargetkan hal tersebut,”jelas Idrus Marham ketika menggelar konsolidasi dan silaturrahim program keumatan kebangsaan di Hotel Aryaduta Makassar, Sabtu (9/9).
Mantan Sekjen DPP Golkar itu berharap kehadiran IKA sebagai wadah bernaung alumni dapat berkontribusi kepada almamaternya. Termasuk program kerja yang dihasilkan harus bisa berpengaruh terhadap eksistensi UINAM.
“Memang perlu ada upaya sehingga dengan demikian mahasiswa UINAM tidak hanya berjaya di Indonesia saja. Tapi bagaimana mereka bisa berpengaruh sampai di luar negeri,” terang Idrus Marham.
Mantan Menteri Sosial RI ini menuturkan untuk meningkatkan kualitas, maka beberapa persyaratan harus dipenuhi. Pertama terkait penelitian. “Saya kira perguruan tinggi yang mau maju harus meningkatkan penelitian, tapi bukan saja sebatas kuantitas. Tapi hasil penelitiannya itu harus mendapat pengakuan nasional dan internasional,” terangnya.
Kedua inovasi, seberapa jauh perguruan tinggi melakukan inovasi dalam segala hal. “Tentu antara penelitian dan inovasi ini harus sejalan,” katanya.
Ketiga, bagaimana perguruan tinggi mampu memberikan manfaat kepada masyarakat luas. “Tentu ini harus menjadi perhatian khusus pejabat baru dalam empat tahun kedepan. Sekarang ini dunia terbuka. Makanya perguruan tinggi harus dapat mengembangkan diri agar supaya eksistensi dan peradaban UINAM dapat diketahui secara nyata dunia internasional,” ujarnya.
Tentu saja kedepan mau atau tidak, UINAM harus membangun kerja sama dengan perguruan tinggi luar. Misalnya pertukaran mahasiswa dan peningkatan kualitas dosen.
“Ini semua penting untuk dilakukan. Dengan demikian secara kualitas dosen akan sangat berpengaruh terhadap mahasiswa. Yang namanya dosen betul-betul tidak hanya memiliki pengetahuan secara formal, tapi pengalaman di luar negeri harus dapat ditularkan kepada mahasiswanya,” katanya.
Pada intinya, Idrus Marham berharap IKA UINAM harus mampu mengambil kepeloporan
mendiskusikan peranan umat Islam dalam pembentukan bangsa Indonesia. “Kan boleh jadi kedepan ada pertarungan. Ada masanya kelompok tertenu ingin mengaburkan keumatan. Mengaburkan peranan umat Islam. Nah, di sini lah IKA UINAM harus menjadi pelopor,”pugnkas mantan Anggota DPR RI ini. (rif).
