Site icon Berita Kota Makassar

DPKP Maros Serahkan Bantuan Senilai Rp3,4 M

MAROS, BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Maros terus melakukan berbagai upaya mendorong pengembangan sektor pertanian. Hal ini dalam menopang perekonomian masyarakat.

Salah satunya dengan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) pasca-panen senilai kurang lebih Rp3,4 miliar. Penyerahan alsintan dilakukan langsung Bupati Maros, AS Chaidir Syam, kepada perwakilan kelompok tani (Poktan). Penyerahan ini digelar di tribun utama kantor bupati Maros, Senin (18/9).
Dalam sambutannya, Bupati Maros, AS Chaidir Syam, mengatakan, alsintan yang diserahkan berupa Rice Milling Unit (RMU), dryer padi kapasitas 10 ton, dan colour sorter (pemisah beras).

Penyaluran alsintan pasca panen ini sebagai wujud perhatian Pemkab Maros dalam mendorong pengembangan sektor pertanian.
Chaidir berharap, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dalam mendukung peningkatan hasil pertanian, khususnya untuk komoditas beras.
”Hari ini diserahkan, silakan dipelihara dengan baik. Semoga bisa awet pemakaiannya dan memberi manfaat berlimpah kepada para kelompok tani,” tambahnya.
Beberapa bantuan yang diserahkan tersebut, yakni dua unit RMU senilai Rp768.000.000 dan bangunan RMU senilai Rp300.000.000 kepada Kelompok Tani Tunas Harapan, Desa Tanete Kecamatan Simbang.

Selain itu, ada Dryer Padi kapasitas 10 ton senilai Rp827.000.000 dan bangunan dryer senilai Rp380.000.000 kepada Kelompok Tani Manarang II, Desa Tukamasea, Kecamatan Bantimurung.
Dan juga Colour Sorter (pemisah beras) sebanyak dua unit senilai Rp857.900.000 kepada Kelompok Tani Sinar Makmur, Kelurahan Borubelayya Kecamatan Turikale dan Kelompok Tani Sinar Baru, Kelurahan Baji Pamai, Kecamatan Maros Baru.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Tunas Harapan, Abdullah, mengaku senang atas bantuan RMU dan Bangunan RMU yang ia terima.
”Alhamdulillah. Kami dapat bantuan alat penggiling padi. Semoga kualitas beras yang dihasilkan bisa semakin terjaga,” sebutnya. (ari/c)

Exit mobile version