MAKASSAR, BKM — Krisis air bersih di Kota Makassar kian meluas. Saat ini tercatat sudah delapan kecamatan yang mengalaminya, dari sebelumnya hanya enam kecamatan.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin, menyebut kecamatan yang terdeteksi mengalami krisis air bersih adalah Biringkanaya, Tamalanrea, Tallo, Ujung Tanah, Bontoala, Panakkukang, Makassar, dan Manggala.
“Jadi sudah delapan kecamatan mengalami kekeringan. Dari info, Kecamatan Manggala jadi atensi sejak Kamis. Begitu dapat laporan kami langsung turun melakukan assesmen,” ungkap Achmad Hendra, Senin (18/9).
Dia menambahkan, total kelurahan yang mengalami krisis air bersih adalah 41 kelurahan. Terbanyak di Kecamatan Ujung Tanah sebanyak delapan kelurahan. Sementara di Kecamatan Biringkanaya dan Bontoala masing-masing tujuh kelurahan. Kecamatan Tamalanrea enam kelurahan, dan Panakkukang lima kelurahan. Sementara Kecamatan Manggala dan Makassar masing-masing satu kelurahan.
Hingga saat ini, kata Achmad Hendra, jumlah air bersih yang telah disalurkan kepada warga terdampak sebanyak 1.253.910 liter. “Jadi kita sudah distribusikan air sekitar 1,2 juta liter kepada 26.400 kepala keluarga,” ujarnya.
Dia menegaskan, sejauh ini distribusi air bersih dilakukan secara gratis. Jika ada oknum yang diketahui melakukan pungutan atau menjual air bersih, dia meminta agar dilaporkan ke Pemkot Makassar untuk ditindaklanjuti.
Sejauh ini, tambahnya, sumber air yang didistribusikan berasal dari PDAM Kota Makassar yang diberikan secara cuma-cuma. Penyaluran air bersih ke rumah-rumah warga juga melibatkan aparat TNI/Polri.
Dikonfirmasi terpisah, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan, pihaknya telah meminta penambahan 20 mobil dari kecamatan untuk digunakan mendistribusikan air bersih ke rumah warga yang membutuhkan.
“Karena krisis air bersih ini semakin meluas, langkah taktisnya, saya minta tambah 20 mobil tangki lagi dari berbagai kecamatan. Kalau tidak cukup, ambil dari PU,” jelasnya.
Yang perlu diantisipasi sekarang, kata orang nomor satu Makassar itu adalah sumber-sumber air bersih baru. Danny mengaku sudah memanggil Dinas PU Makassar untuk mendeteksi sumur-sumur baru yang bisa menjadi sumber air bagi warga.
Diapun mengaku bersyukur karena dari Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pansimas) melaporkan ada 20 sumur yang bisa digunakan sebagai sumber air.
Namun kendalanya, sumur-sumur itu butuh pompa.
“Saya sudah minta dibelikan pompa. Kita mobilisasi sumur-sumur rakyat yang masih bagus,” tambahnya.
Selain itu, Danny juga menyiagakan satu mobil tambahan yang bisa melakukan pengeboran hingga kedalaman 500 meter. “Saya tahan dulu di sini. Cumn saya lihat tadi dia punya proposal cukup mahal. Sati kalu bor miliaran. Saya coba tanyakan ke PDAM apakah bisa. Kalau bisa, kenapa tidak kita ambil yang sumur dalam dengan stok reservoir yang bagus,” jelasnya.
Pemkot Makassar sendiri, jelas dia, sedang mengerjakan 11 titik sumur bor. Danny sudah memerintahkan 50 truk yang telah dimodifikasi mengambil dua tangki air sebanyak 6 kubik dengan tiga kali jalan untuk melayani kecamatan terdampak. Termasuk, pihaknya akan menambah jumlah armada angkutan lagi.
“Total armada kita 109, baru dipakai 50 unit karena tidak mau menggangu aktivitas lainnya. Jadi nanti ada penambahan lagi,” ungkapnya.
Jika menilik prediksi paling buruk dari BMKG yang menyatakan kekeringan sampai awal Januari, maka timnya akan menjalankan Geo Listrik dan mobil dengan teknologi bor cepat sampai 500 meter. Bahkan bisa dengan diameter besar agar mendapatkan resever air yang cukup sehingga punya daya tahan sampai Desember.
“Itu dua hal yang kami jaga terus agar masyarakat mendapatkan suplai. Jatah air 300 liter setiap rumah itu bisa bertahan sampai dua tiga hari,” ucapnya.
Selain Pansimas, Polda Sulsel juga membantu menghadirkan sumur bor untuk kebutuhan air bersih warga. “Tentu kami berharap sumber air ini dapat dinikmati dan mengurai permasalahan yang berkaitan dengan kelangkaan air bersih,” kata Kapolda Irjen Pol Setyo Boedi Moempoeni Harso usai meresmikan Bantuan Sumur Bor dan Pompa Air Polda Sulsel di Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, belum lama ini.
Kapolda melanjutkan, tidak menutup kemungkinan nantinya ada penambahan titik sumur bor lainnya.
“Saya sudah perintahkan para kapolres untuk mencari sumber di mana masyarakat setempat membutuhkan maka segera direspons,” tandasnya. (rhm)
