Site icon Berita Kota Makassar

PUPR Bangun 5 Unit TPS-3R Dari Aspirasi Muhammad Fauzi

LUWU UTARA, BKM–Politisi Partai Golkar selaku Anggota Komisi V DPR RI Muhammad Fauzi kembali melaksanakan program aspirasinya melalui Kementrian PUPR.
Kini PUPR kembali membangun 5 Unit sarana Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Reycle (TPS-3R) yang tersebar di 5 Desa yang ada di kabupaten Luwu Utara.

Hal itu di pastikan usai tim dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Selatan (BPPW Sulsel) melaksanakan pertemuan bersama dengan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, di Ruang Kerjanya, Senin (18/9).

Suarsono salah satu perwakilan dari BPPW Sulsel menuturkan bahwa kunjungan mereka ke Luwu utara sebagai pelaporan akan berjalannya pembangunan Sarana Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Reycle (TPS-3R).

“Untuk tahap 3 di tahun ini, Pemkab Luwu Utara mendapatkan Program pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Reycle (TPS-3R) di 5 titik setelah sebelumnya telah terbangun di 4 titik, dananya bersumber dari pemerintah pusat melalui dana aspirasi Anggota DPR RI, Muhammad Fauzi,”ungkapnya.

Untuk itu, Suarsono meminta dukungan pemerintah kabupaten utamanya dalam proses kejelasan kepemilikan lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan.
“Kami berharap pelaksanaan pembangunan ini dapat berjalan lancar, dan mendapat dukungan dari pemda tekait administrasi kepemilikan lahan, kita tidak ingin di dalam perjalannya nanti ada masalah yang timbul,”pintanya.

Hal senada disampaikan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani bahwa soal dukungan kepada program, tentu Pemkab Luwu Utara sangat siap. “Tak perlu ragu terkait dukungan pemkab terhadap kelancaran pelaksanaan program ini, segera kami akan selesaikan apa yang menjadi ke khawatiran mendasar terkait lahan lokasi pembangunan,”tegas Indah.

Indah yang merupakan Isteri Muhammad Fauzi lalu berpesan kepada kepala desa yang mendapat program ini agar kehadiran TPS-3R dapat di manfaatkan sebaik-baiknya.

“Yang paling penting adalah outputnya bukan hanya outcomenya. Bagaimana bangunan itu hadir untuk di manfaatkan tidak mandek menjadi hal yang tidak di gunakan, serta Pastikan kelompok pengelolaannya agar ini terus berjalan dan juga selalu beri pemahaman kepada masyarakat di sekitar untuk menggunakannya,”titipnya kepada para kepala desa penerima manfaat. (rif)

Exit mobile version