MAKASSAR, BKM — Universitas Indonesia Timur (UIT) menghasilkan sarjana baru sebanyak 596 orang. Dari jumlah lulusan tersebut, 95 persen di antaranya sudah bekerja dan mengabdi di instansi, baik negeri maupun swasta dalam wilayah Sulsel dan provinsi lain di Indonesia.
Rapat Senar Luar Biasa UIT dalam Rangka Wisuda Diploma, Sarjana dan Pascasarjana periode ke-XVII dan Dies Natalis ke-XXII Tahun Akademik 2022/2023 berlangsung di Hotel Claro Makassar, Sabtu (23/9). Mereka yang diwisuda berasal dari 22 program studi, yang terdiri dari D3 sebanyak 37 orang, D4 berjumlah 20 orang, 161 orang untuk S1 dan 378 orang pada jenjang S2.
Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dibuka oleh Rektor UIT Abdul Rahman, sekaligus membacakan laporan akademik. ”Dengan penuh kebanggaan Universitas Indonesia Timur meluluskan alumni sebanyak 596 Orang. Ini merupakan salah satu perwujudan bentuk tanggung jawab UIT kepada bangsa dan negara, sekaligus merupakan wujud karya UIT. Kami juga memohon maaf jika dalam penyelenggaraan pendidikan selama ini masih banyak kekurangan,” ujarnya.

Dalam wisuda kali ini juga disampaikan orasi ilmiah oleh Prof Dr Muhammad Adlin Sila, MA,PhD, Staf Ahli Mendikbudristek Bidang Hubungan Kelembagaan dan Masyarakat, dengan mengusung tema Mahasiswa dan Ruang Kapabilitasnya.
Dikatakan, pendidikan adalah ruang untuk membentuk dan meningkatkan kualitas dan kapabilitas manusia. ”Begitu juga ilmu pengetahuan yang hadir sebagai jalan untuk mengatasi problematika kehidupan, adalah upaya untuk meningkatkan kualitas dan kapabilitas manusia,” jelasnya.
Ketua Yayasan Indonesia Timur H Haruna MA,MBA dalam sambutannya, menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan. ”Semoga ilmunya dapat bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Perlu diketahui bahwa ada beberapa program yayasan yang sudah hampir terwujud, seperti pembangunan rumah sakit di Kabupaten Bulukumba yang kini sudah 98 persen selesai dengan fasilitas yang lengkap. Ada pula pengusulan program doktoral di kampus kita ini. Semoga dapat terealisasi. Bagi alumni UIT yang mempunyai kartu mahasiswa dapat dipergunakan di pelayanan di Rumah Sakit Wisata UIT. Biayanya bisa diskon maupun gratis. Bagi mahasiswa baru kami akan gratiskan SPP,” ucap anggota DPR- RI ini.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Dr Andi Lukman, dalam sambutannya mengatakan, Universitas Indonesia Timur merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang sudah terakreditasi institusi baik sekali dari BAN-PT, dan mendapatkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dari Kamendikbudristek.
”Salah satu persyaratan mendapatkan program RPL itu adalah Prodinya harus akreditasi baik sekali, dan Alhamdulillah UIT mempunyai 14 prodi sudah terakreditasi baik sekali. Hal ini tidak mudah didapatkan perguruan tinggi. Apa yang kita raih saat ini tentunya harus dijaga dengan baik,” terangnya.
Andi Lukman mengakui bahwa dirinya menjadi kepala LLDikti karena UIT. ”Pada saat itu Golongan saya III/d. Namun setelah mendapatkan ijazah dari UIT langsung ke Golongan IV/a. Makanya, saya tidak bisa dipisahkan dengan UIT. Karena itu para wisudawan berbanggalah jadi alumni UIT,” tandasnya.
Di akhir sambutannya, Andi Lukman menyanyikan lagu berjudul Rumah Kita. Di dalamnya terkandung makna bahwa lebih baik di sini di UIT adalah rumah kita, mari kita jaga bersama. Spontan para hadirin ikut bernyanyi menambah suasana haru dan bangga.
Untuk pesan dan kesan wisudawan diwakili Basri Rase. Wisudawan Pascasarjana ini merupakan Wali Kota Bontang. “Saya alumni Universitas Indonesia Timur lulus S1 dan sekarang S2. Saya bisa seperti ini karena UIT. Sering saya hadir pada acara-acara di berbagai daerah sebagai narasumber, itu karena berkat ilmu dan bimbingan yang saya peroleh dari bangku kuliah di UIT. Kota Bontang diberi penghargaan sebagai kota terbersih se-Asia Tenggara dan mendapatkan penghargaan-penghargaan lainnya itu karena wali kotanya alumni UIT. Jadi saya sangat bangga jadi alumninya,” ujar Basri Rase.
Tak lupa ia menyampaikan terima kasih, rasa haru, serta bangga kepada rektor dan seluruh civitas akademika. ”Pesan saya kepada teman-teman jika ingin jadi sukses kuncinya adalah sayangi orang tua, jangan durhaka. Hormati para dosen dan guru kita, karena beliau memberikan ilmu kepada kita,” imbuhnya. (*/rus)

