MAKASSAR, BKM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar meminta masyarakat mengawal anggaran Rp15 miliar untuk pembangunan sumur bor yang telah dialokasikan lewat APBD 2023. Pasalnya anggaran tersebut tidaklah sedikit dan pengerjaannya perlu pengawasan.
Hal tersebut disampaikan, Anggota Komisi D DPRD Makassar Yeni Rahman.
Ia menambahkan, program anggaran sumur bor di 11 titik ini tidaklah mengeluarkan biaya yang sedikit. Pemenuhan air bersih di kota makassar memang perlu dilakukan, hanya saja pengawalan program trsebut harus lakukan.
“Semoga sumur bornya ada ji airnya. Lumayan juga anggarannya, perlu dikawal dengan baik, fantastik karena 1 sumur bor dianggarkan Rp900 juta, itu ada 11 titik jadi Rp15 M bakal dihabiskan,” ungkapnya di konfirmasi, akhir pekan lalu.
Begitupun yang dikatakan, anggota DPRD Makassar, Irmawati Sila mengaku perlu mengawal baik pelaksanaan program tersebut, untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga kota Makassar yang dilanda krisis air bersih.
“Saya pikir kalau anggaran sebesar itu, harus juga pelaksanaanya di lapangan dikawal, jangan sampai asal-asal atau ini tidak tepat sasaran. Setiap wilayah itu beda-beda kondisinya, kayak di ujung Makassar sulit dapat air bornya,” katanya.
Sementara itu, anggota DPRD Kota Makassar, Fasruddin Rusli juga menjelaskan jika upaya Pemkot Makassar mengatasi kekeringan dengan membangun 15 sumur bor adalah langkah efektif.
“Kita tahu bersama hampir semua kawasan yang kekeringan itu perlu kita buatkan sumur bor. Biar ada pengadaan airnya,” ucapnya.
Legislator Fraksi PPP Makassar itu mengakui, musim kekeringan selalu dialami warga setiap tahunnya. Sehingga, pembuatan sumur bor dinilai sebagai salah satu solusi untuk membuat persediaan air bersih. “Kalau mau dibikinkan pola lain setengah mati, memang harus dibangunkan sumur-sumur bor,” jelasnya.”Tentu efektif, otomatis efek jangka panjangnya. Otomatis juga untuk menambah jumlah air,” tambahnya. (ita)
