Site icon Berita Kota Makassar

Pemkot Makassar Siapkan 10 Ton Beras untuk Operasi Pasar

MAKASSAR, BKM — Harga beras, baik jenis medium maupun premium terus merangkak naik. Untuk menjaga kestabilan harga salah satu bahan pokok warga itu, Pemkot Makassar turun melakukan operasi pasar.

Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi menerangkan operasi pasar mulai dilaksanakan sejak pekan lalu.
Pemkot Makassar sendiri, melalui Dinas Perdagangan, menyiapkan. 10 ton beras untuk operasi pasar dengan cara menggelar pasar murah.
Fatmawati mengatakan, bersama Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, pihaknya sudah menginstruksikan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk menggelar pasar murah.

“Alokasinya kita, karena komoditi utama yang mengalami kenaikan cukup signifikan adalah beras, maka kita siapkan 10 ton untuk operasi pasar,” ungkap Fatmawati saat diwawancarai usai melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Makassar, Rabu (27/9).
Dia mengatakan, operasi pasar akan dilaksanakan di lima pasar tradisional yang ada di Makassar secara bergiliran setiap hari Senin dan Selasa.”Senin dan Selasa disisir di lima pasar tradisional dengan bergilir,” tambahnya.
Namun bukan hanya beras saja yang akan dijual dalam operasi pasar murah. Jika ada komoditi bahan pokok lainnya yang mulai merangkak naik, maka Pemkot Makassar juga akan melakukan intervensi saat operasi pasar.

“Jadi tidak menutup kemungkinan untuk beras saja tapi beberapa komoditi lainnya yang juga alami kenaikan,” tambahnya.
Lebih jauh dikemukakan, berdasarkan hasil pemantauannya di pasar, saat ini bukan hanya beras yang mengalami kenaikan.
Ada sejumlah barang juga yang harganya mulai merangkak naik. Seperti gula. Termasuk sejumlah bumbu dapur.
Berdasarkan hasil pantauan, terdapat beras, gula, ayam potong dan jeruk nipis mengalami lonjakan harga. Sementara harga beras premium dijual Rp10 ribu naik Rp2 ribu. Sementara beras medium dijual Rp13 ribu naik Rp3 ribu. Ayam potong naik 3 ribu per ekor. Sementara harga jeruk nipis naik 8 ribu, dari harga 10 ribu menjadi 18 ribu perkilo.

Kata Fatmawati, kenaikan ini dipicu efek EL Nino sehingga harga gabah naik.
Sementara, PJ Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin mengatakan sesuai arahan Presiden RI dan Kemendagri RI agar secepatnya melakukan operasi pasar.
Tak hanya itu, ia juga menginstruksikan kepada kepala daerah dan dinas terkait untuk sesering mungkin turun ke pasar memantau langsung fluktuasi harga yang terjadi.
“Agar setiap senin kita dapat melaporkan langsung inflasi kita di Sulsel dan antisipasi-antisipasi yang dilakukan,” tuturnya.
Ia berharap langkah ini menjadi salah satu solusi agar stabilitas harga bisa terwujud dengan baik agar masyarakat sulsel tidak khawatir dengan lonjakan harga 21 komoditi pangan di pasar tradisional. (rhm)

Exit mobile version