MAKASSAR, BKM–Dukungan Organisasi Masyarakat (Ormas) Projo Sulsel kepada bakal calon Presiden (Bacapres) masih menunggu keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
DPD Projo Sulsel telah menyatakan kesiapannya untuk mematuhi keputusan DPP Projo mengenai Bacapres dan bakal calon wakil presiden (Bacawapres) dalam Pilpres 2024.
Meskipun pada Konferda Sulsel pertengahan bulan Juni lalu di Makassar, mereka mendukung Bacapres Prabowo Subianto dan Bacawapres Airlangga Hartarto.
Ketua DPD Projo Sulsel, Herwin Niniala, menegaskan kewajiban mereka untuk mengikuti perintah DPP Projo.
“Kami akan mengikuti apa pun yang diputuskan oleh DPP Projo,” tegas Herwin, Jumat (29/9.
Menurutnya, komando DPP Projo tetap berada di bawah kepemimpinan Budi Arie Setiadi, hasil dari Kongres II tahun 2019 di JIEspo Kemayoran Jakarta, yang dihadiri Presiden Jokowi sekaligus membuka Kongres tersebut.
“Ingat jangan coba-coba memanipulasi sejarah, kami di DPD dan DPC siap menjadi garda terdepan membela hasil Kongres,” tutur Herwin.
Selain itu, DPD dan DPC Projo se-Sulsel sedang mempersiapkan menghadiri Rakernas Projo se-Indonesia pada tanggal 14 -15 Oktober mendatang di Istora Senayan Jakarta.
Agendanya selain konsolidasi juga menetapkan Capres dan Cawapres pada Pilpres 2024. “Kami bersama DPC-DPC se-Sulsel akan hadir, ini sedang koordinasi persiapan pemberangkatan,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, DPP Projo memastikan akan mempercepat pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VI sebagai antisipasi kondisi politik nasional yang dinamis. Rakernas VI akan memutuskan secara bulat dukungan pengurus Projo diseluruh Indonesia terhadap pasangan Capres-Cawapres dalam Pemilu 2024.
Rakernas VI akan dibuka di Istora Senayan, GBK, yang diikuti oleh 20.000 kader dan simpatisan Projo dari berbagai daerah. Forum internal tersebut akan dibuka dengan arahan Ketua Dewan Pembina Projo Joko Widodo.
Menurut Panel, Rakernas VI Projo yang rencananya digelar 14-15 Oktober 2023 akan menjadi momen injak gas mesin politik pemenangan secara nasional.
Rakernas VI Projo berupaya memastikan ceruk pendukung Jokowi sebanyak 85 juta suara pada Pilpres 2019.
“Ceruk itu harus dikelola dengan optimal untuk memastikan kemenangan calon yang kami dukung,” ujar Panel, yang juga Bendum DPP Projo. (rif)

