Site icon Berita Kota Makassar

Telkom Regional VII Fokus pada Layanan B to B

MAKASSAR, BKM — PT Telkom saat ini telah mengirimkan dua unit kapal untuk memulihkan kembali layanan telekomunikasi di Merauke. Menyusul terjadinya gangguan jaringan internet di Merauke.

Hal tersebut diungkapkan EVP Telkom Regional VII, Agus Yudha Basuki, kepada wartawan di sela acara workshop Manajemen Krisis dan Strategi Komunikasi Perusahaan Area Telkom Regional VII di Makassar, Jumat (30/9).
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah unsur manajemen PT Telkom pusat, seperti AVP External Communication, VP Corporate Communication,
Agus menjelaskan, kapalnya sudah ke lokasi gangguan untuk mencari kabel putus kemudian diangkat, disambung, dites. ”Kalau sudah clear kemudian kembali ke Merauke mungkin ada administrasi yang harus diselesaikan,” kata Agus.
Kedua kapal itu yang didatangkan tersebut adalah The Pacific Link dan Pasific Guardian yang diprakarsai Telkom Infra.

Mengenai penyelesaiannya, tambah Agus, diestimasikan memakan waktu waktu sekitar satu bulan setelah kejadian.
”Tetapi semuanya bergantung pada situasi dan kondisi yang dihadapi di lapangan. Sebelumnya agak lama karena setelah dicek lalu putus kemudian terjadi lagi. Jadi sangat tergantung dengan situasi yang dihadapi di laut,” jelas Agus.
Sementara itu, General Manager PT Telkom Wilayah Papua, Agus Widhiarsana, mengatakan, gangguan jaringan internet ruas Merauke-Timika merupakan murni force majeure. Bukan faktor kesengajaan.

”Gangguan internet tersebut disebabkan indikasi luka pada jaringan kabel laut. Sehingga mengakibatkan terganggunya atau tidak optimalnya fungsi SKKL,” ujar Agus Widhiarsa
na.

Agus Widhiarsa
na mengungkapkan, dari hasil identifikasi di lapangan diketahui kabel yang mengalami gangguan berada di lokasi yang diperkirakan 300 kilometer arah Timika pada kedalaman 50 meter.

Sedangkan luka kabel laut atau shunt fault itu dapat disebabkan berbagai hal. Seperti faktor alam akibat terjadinya gempa, vulkanologi, longsoran bawah laut, bocoran uap panas dan juga akibat aktivitas kegiatan pelayaran laut.

Lanjut Agus Yudha Basuki mengatakan, manajemen PT Telkom Regional VII sedang fokus pada layanan Businees to Businees atau B to B hingga akhir tahun.
”Sekarang Regional VII fokus pada B to B ya, Jadi kita fokus bagaimana melayani segmen B to B. Misal di pertambangan, di pemerintahan, termasuk di UMKM,” kata Agus Yudha Basuki.

Dikatakan, potensi B to B antara lain pada segmen enterprise sekitar Rp1,2 triliun. Juga segmen medium small.
Mengenai prospeknya, cukup merata di wilayah Timur. Termasuk hingga Papua yang kini sudah enam provinsi.

”Segmen pemerintahannya kita layani konektivitas, juga ada Freeport dan di utara ada Weda ada Harita, di Sulawesi Tengah ada Morowali di Sulteng,” katanya.

Menurut Agus Yudha, jasa telekomunikasi ini akan bergerak mengikuti pertumbuhan bisnis, misalnya di Morowali di Sulteng. 
Mengenai kesiapan PT Telkom dalam menyukseskan Pemilu 2024 melalui layanan jasanya, Agus mengatak,, tentu siap mendukung dan biasanya H-7 baru disiapkan layanannya. 
”Tentu kami siap untuk mendukung dan menyukseskan pesta demokrasi dengan memberikan layanan jasa yang optimal,” ujarnya. (mir)

Exit mobile version