GOWA, BKM — Maraknya kebakaran lahan semak dan hutan di Kabupaten Gowa di saat musim kekeringan tinggi ini, membuat Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengimbau masyarakat untuk selalu waspada.
Kebakaran bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Namun potensi paling besar terjadi adalah kebakaran lahan. Seperti terjadi akhir-akhir ini.
Salah satunya adalah kebakaran hutan pinus di Malino, Kecamatan Tinggimoncong pada akhir pekan kemarin.
Beruntung armada pemadam kebakaran milik Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Gowa sigap.
Meski sedikit kesulitan memadamkan sebaran api yang melanda semak lantai hutan pinus akibat angin kemarau yang kencang di wilayah gunung, namun dua unit armada Damkar ini mampu memadamkan titik-titik api di hutan pinus yang berada di kawasan belakang taman pinus Malino.
Tidak main-main aksi si jago merah melalap lantai hutan pinus, bahkan sesuai pendataan pihak Damkar dan Polsek Tinggimoncong, luasan lahan hutan pinus yang terbakar kurang lebih 8 hektare. Bahkan, api sudah menjalar daun-daun kering di bibir jalan raya tepatnya poros Jalan Pendidikan di Kelurahan Malino tersebut.
Melihat kondisi tersebut, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan pun menginstruksikan agar Dinas Pemadam Kebakaran selalu standby dan bergerak cepat bilamana kembali terjadi titik-titik api kebakaran lahan hutan sebelum titik api melebar.
”Saya juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati. Termasuk untuk tidak membakar sampah sembarangan maupun membuang puntung rokok di sembarang tempat. Karena masa kekeringan membuat rumput dan semak belukar menjadi mati dan kering sehingga sangat potensi menyebabkan kebakaran bukan hanya lahan tapi juga rumah. Gesekan kayu saja bisa menimbulkan titik api apalagi bara di puntung rokok,” kata Adnan, Senin (1/10).
Adnan berharap masyarakat bisa bekerjasama menjaga supaya tidak ada potensi kebakaran hutan. Tidak membuang dan tidak membakar sampah sembarangan. Juga, tidak membuat hal-hal yang dapat menimbulkan kebakaran.
Terpisah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gowa, Rostam Razak, mengatakan, saat ini pihaknya telah menyiapkan dua unit mobil pemadam kebakaran untuk mengantisipasi adanya laporan kebakaran lahan hutan.
””Kita standby kan dua unit saja. Tidak bisa semua. Sebab kita juga harus stay dua unit lagi di dalam kota untuk antisipasi,” kata Rostam yang dihubungi Minggu (1/10) lalu.
Terkait kebakaran lahan hutan pinus, Camat Tinggimoncong, Iis Nurismi menyebutkan, kebakaran tersebut diperkirakan terjadi pada Kamis siang sekitar pukul 11.30 Wita.
Saat kebakaran lahan pinus terjadi, semua unsur Tripika bahu membahu memadamkan, personel dari Koramil, Polsek, masyarakat serta Dinas Damkar bergerak bersama.
Kapolsek Tinggimoncong, Iptu Anwar, menyebutkan saat kebakaran di hutan pinus sebanyak 15 personel Polsek dikerahkan. Mereka bergerak bersama personel Koramil dan masyarakat sekitarnya juga aparat Pemerintah Kecamatan Tinggimoncong, Pemerintah Kelurahan Malino membantu dua unit mobil Damkar yang diback up 12 petugas Damkar dan 4 anggota dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). (sar)
