MAKASSAR, BKM — Ada yang istimewa dalam ujian skripsi dan Karya Ilmiah Terapan (KIT) Politeknik Maritim AMI Makassar, Kamis (5/10). Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Dr Andi Lukman menguji langsung sejumlah taruna.
Ujian yang berlangsung di Aula Kampus Polimarim AMI ini dibuka oleh Direktur Polimarim AMI Makassar Dr Amrin Pettarani. Ia menyebut, ujian yang dilaksanakan ini merupakan angkatan kedua tahun ajaran 2023. Pesertanya sebanyak 185 taruna taruni. Rinciannya, Program Studi (Prodi) Transportasi Laut (Reguler) 31 orang, Transportasi Laut (Alih Jenjang) 14 orang, Studi Nautika 48 orang, Permesinan Kapal 34 orang, serta Manajemen Pelabuhan 58 orang.
Dalam kesempatan itu, Amrin menyampaikan terima kasih kepada para dosen yang telah membimbing taruna taruninya hingga bisa sampai pada ujian skripsi dan KIT. Kepada penguji, diharapkan untuk menguji secara obyektif serta dengan perasaan. Dengan begitu, hasil ujian terbaik bisa diperoleh.
”Semua yang diuji ini adalah anak didik kita. Proses memberi ilmu dari para dosen telah dilalui. Semua kita ingin melihat anak didiknya berhasil semua. Dan yang patut kita syukuri, karena pelaksanaan ujian kali ini dipantau langsung LLDikti,” ujar Amrin.
Berbicara di depan civitas Polimarim AMI Makassar dan para taruna taruni yang akan mengikuti ujian, Andi Lukman menyampaikan apresiasinya. Ia mengatakan, keterbukaan informasi di kampus ini terus menunjukkan peningkatan yang signifikan.
”Tidak semua perguruan tinggi terbuka seperti yang dilakukan Polimarim Makassar. Ada yang biasanya belok-belok. Untuk itu kami memberikan apresiasi. Apalagi sekarang ini pemerintah memberikan karpet merah bagi perguruan tinggi vokasi,” kata Andi Lukman.
Diakui, lulusan vokasi, khususnya di bidang pelayaran masih sangat kurang. Karena itu, upaya untuk menghasilkan alumni terus dipacu. Sebab, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka lebih mengarahkan pada dihasilkannya luaran yang siap bekerja.
Ia kemudian menyinggung tentang alumni perguruan tinggi di luar pendidikan vokasi. ”Kenapa mereka biasanya lama baru bekerja? Karena hanya pintar tapi minim keterampilan dan karakter. Sementara di perguruan tinggi vokasi, ilmu pengetahuan, keterampilan, dan pendidikan karakter sudah ada semua. Jadi, sudah tepat Anda yang berada di jalur pendidikan vokasi,” tandasnya.
Andi Lukman juga menyebut bahwa Polimarim AMI telah melaksanakan Tri Dharma dengan baik. Bahkan, kampus ini menjadi salah satu yang terbaik di bawah naungan LLDikti Wilayah IX.
Ia lalu memberi contoh, bahwa alumni Polimarim AMI ada di mana-mana. Masa tunggu bekerja bagi mereka yang sudah selesai, sangat pendek.
”Bahkan, yang ujian hari ini ada empat orang sudah bekerja. Itu artinya, masa tunggunya minus. Karena mereka memang telah bekerja sebelum mengikuti ujian,” tandasnya.
Andi Lukman mengungkap, guna memberi semangat kepada kalangan perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitasnya, LLDikti rutin memberikan penghargaan. Salah satunya adalah penghargaan serapan dunia kerja terhadap alumni. Polimarim AMI tercatat sebagai salah satu kampus peraih penghargaan tersebut.
Walau begitu, ia mengingatkan pihak Polimarim untuk tidak berpuas diri. Sebagai pimpinan di LLDikti, Andi Lukman terus mendorong pihak kampus agar terus mengembangkan diri dalam meningkatkan mutu luarannya. Khususnya dalam menyediakan sumber daya manusia di bidang maritim. (*/rus)
