GOWA, BKM — Sejak pertengahan Juli 2023 lalu, cuaca mulai berubah panas. Tidak ada hujan, tidak ada mendung dan matahari menjadi lebih terik. Sampai awal Oktober ini, cuaca panas makin tinggi.
Berdasarkan data prakiraan cuaca yang dilansir setiap hari menyebutkan cuaca panas siang hari antara 30 sampai 35 derajat Celcius (°C).
Bahkan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) Makassar memprediksi hawa panas akan terjadi hingga akhir Oktober 2023 ini.
Namun sebuah keajaiban, pada Rabu sore (4/10), hujan mengguyur kawasan Pangngajiang, Desa Parigi, Kecamatan Tinggimoncong. Hujan deras yang turun selama setengah jam itu membuat warga di Desa Parigi tersebut berucap syukur.
Pasalnya, sudah berbulan-bulan, kekeringan melanda disebabkan musim kemarau yang cukup serius. Kekeringan pun cukup tinggi. Dampaknya tanaman mengering, air tanah pun berkurang.
Kejadian hujan deras di wilayah Desa Parigi (kurang lebih 10 Km sebelum kota Malino) ini dibenarkan Camat Tinggimoncong, Iis Nurismi.
”Iya betul. Tadi sore hujan deras di wilayah Desa Parigi. Sekitaran Kampung Pangngajiang. Cukup deras. Alhamdulillah. Semoga hujan mulai ada,” kata Camat Tinggimoncong yang dihubungi BKM, Rabu malam (4/10).
Dikatakan Iis, hujan hanya terjadi di Parigi, tidak di kota Malino. Padahal sebelumnya, kota Malino paling sering diguyur hujan.
”Musim kemarau saat ini betul-betul panjang dan sangat berdampak. Sejumlah kawasan di Tinggimoncong bahkan kekurangan air, salah satunya adalah di Desa Parigi itu. Namun tadi sore alhamdulillah hujan mulai tuurun. Ini pertanda baik. Semoga musim hujan segera tiba,” kata Iis.
Daeng Ngugi, salah seorang warga di sekitaran Pangngajiang mengaku senang lantaran kampung tetiba diguyur hujan.
Hujan yang turun tidak lama itu hanya berkisar setengah jam. Namun menurut Daeng Ngugi, itu merupakan berkah. Tanaman yang terguyur hujan langsung tegak segar. Tanah yang retak-retak pun langsung lembab karena basah. (sar)

