Site icon Berita Kota Makassar

Tanggap Darurat Kekeringan Diperpanjang

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar memperpanjang status tanggap darurat kekeringan. Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin menerangkan, langkah tersebut diambil dengan mempertimbangkan kekeringan masih terjadi Makassar yang menyebabkan sejumlah wilayah mengalami krisis air bersih.
Hendra mengatakan, SK perpanjangan status tanggap darurat saat ini sementara dibuat oleh Bagian Hukum untuk selanjutnya disodorkan ke Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto untuk ditandatangani. Hendra menjelaskan, hasil kajian tim BPBD serta prediksi BMKG menunjukkan kemarau masih berpotensi berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

“Kami meminta arahan status ini diperpanjang sesuai rilis BMKG bahwa dampak El Nino bisa sampai tahun depan 2024. Informasinya, November kemungkinan sudah ada hujan. Jadi kita usulkan Bagian Hukum untuk diperpanjang hingga 30 hari ke depan,” tambahnya.
Lebih jauh dikemukakan, sampai saat ini, sebagian masyarakat masih berhadapan dengan persoalan kekurangan air bersih. Dari 15 kecamatan, delapan di antaranya memiliki wilayah yang kekurangan air bersih.
“Iya meluas, dari lima jadi delapan kecamatan. Kemudian di kecamatan titik kelurahan bertambah. Betul disampaikan wali kota, tapi secara signifikan bisa diatasi pemerintah kota,” terangnya.

Dia menambahkan, hingga saat ini, pihaknya masih terus melakukan distribusi air bersih ke wilayah terdampak kekeringan yang tersebar di delapan kecamatan. Kecamatan yang terdampak krisis air bersih yakni Biringkanaya, Tamalanrea, Panakkukang, Tallo, Ujung Tanah, Bontoala, Makassar, dan Manggala.
Air bersih yang disalurkan ke masyarakat sudah mencapai 4.876.610 liter air yang diambil dari Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar.
Dikonfirmasi terpisah, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, mengatakan status tanggap darurat diperpanjang karena diperkirakan kemarau akibat El Nino masih berlangsung hingga November mendatang.
“Penjelasan dari BMKG Pusat di Istana Negara, bahwa puncak El Nino tadinya di September kemungkinan molor sampai Oktober. Nanti November kemungkinan ada bibit hujan, begitu disampaikan BMKG,” kata Danny.
Lebih jauh dikemukakan, karena diperpanjang maka Pemkot Makassar akan mengupayakan tambahan anggaran untuk menanyakan kekeringan melalui pos anggaran BTT (Biaya Tidak Terduga).
Sebelumnya, Pemkot Makassar sudah menggelontorkan anggaran sebesar Rp800 juta untuk biaya pendistribusian air bersih ke rumah-rumah warga yang terdampak kekeringan. (rhm)

Exit mobile version