MAKASSAR, BKM — Suasana di sekitar dermaga Kayu Bangkoa, Jalan Pasar Ikan, Kelurahan Bulogading, Kecamatan Ujung Pandang, pada Sabtu siang (7/10) sekitar pukul 14/10 Wita, tetiba menjadi geger.
Sesosok mayat berjenis kelamin ditemukan mengapung di sekitar dermaga tersebut. Saat dilakukan evakuasi ke darat dan dilakukan pemeriksaan, mayat tersebut bernama A Arifuddin Mane, pekerjaan sebagai pengajar di salah satu kampus ternama di Makassar.
Informasi kepolisian menyebutkan, warga Jalan Abdullah Dg Sirua, Kompleks Tirta Nusantara 3 Blok C1, Kota Makassar, tewas tenggelam yang diduga hendak melakukan terapi akibat penyakit diabetes dideritanya.
”Kami dari Polsek Ujung Pandang setelah mendapat informasi adanya penemuan sesosok mayat di dermaga Kayu Bangkoa, Jalan Pasar Ikan, dengan cepat kami langsung ke lokasi. Selanjutnya, mengamankan lokasi serta mengumpulkan keterangan saksi-saksi,” kata Kapolsek Ujung Pandang, Kompol Syarifuddin yang ditemui BKM di ruang kerjanya, Sabtu (7/10).
Perwira satu bunga melati di pundaknya ini melanjutkan, pihaknya telah mengambil keterangan beberapa saksi di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Mayat korban juga berhasil dievakuasi personel gabungan Polsek Ujung Pandang bersama personel Airud Polda Sulsel dengan menggunakan perahu warga.
”Setelah mayat korban dievakuasi, selanjutnya tim Inafis di pimpin Aipda Harianto melakukan proses identifikasi. Mayat korban lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan. Dari hasil identifikasi, korban diketahui bernama A Arifuddin Mane yang berprofesi dosen salah satu kampus di Makassar, berusia 53 tahun berdomisili di Jalan Abdullah Daeng Sirua tepatnya di Kompleks Tirta Nusantara 3 Blok C1 Kota Makassar,” jelas Kapolsek.
Penemuan mayat tersebut berawal dari informasi warga di Jalan Pasar Ikan. Selanjutnya mereka menghubungi piket penjagaan Polsek Ujung Pandang. Disebutkan ada sosok mayat ditemukan dalam kondisi terapung di dekat dermaga penyeberangan Kayu Bangkoa.
”Jadi menurut keterangan saksi bernama Kartono alias Bojes (32) dan Dedi (29), kala itu keduanya yang tengah berada di dermaga melihat ada pelampung berwarna biru sedang terapung. Saksi kemudian menghampiri pelampung tersebut dengan menggunakan perahu sembari hendak mengangkat pelampung tersebut. Namun saksi dikagetkan adanya sosok mayat dalam kondisi terlilit tali pada pelampung itu. Saksi kemudian menyampaikan warga sekitar hingga warga menghubungi piket penjagaan Polsek Ujung Pandang,” kata Kapolsek.
Kendati demikian, polisi melakukan penyelidikan di lokasi dengan mengumpulkan keterangan salah satu saksi bernama Zulkifli yang bekerja sebagai tukang parkir.
Dari keterangannya menyebutkan, korban sebelum tenggelam datang ke lokasi parkir Benteng Pannyua sekitar pukul 07.30 Wita.
”Korban datang memarkir motornya Aerox warna putih dengan nomor polisi DD 2110 XY (plat putih). Selanjutnya korban melakukan terapi renang. Dan kata warga sekitar mengungkapkan bahwa korban sudah sering datang sejak dua tahun silam untuk melakukan terapi renang untuk mengobati penyakit diabetes dideritanya. Kuat dugaan jika korban meninggal akibat tenggelam. Adapun goresan di tubuh korban, itu akibat goresan karang,” tandas Kapolsek Ujung Pandang, Kompol Syarifuddin menirukan ucapan saksi. (ish-jul/c)
