GOWA, BKM — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, tak mau asal-asalan menjalankan program pelayanan publik di Kabupaten Gowa.
Karenanya, Sekjen APKASI ini pun terbang ke dua negara yang terkenal sebagai negara yang menerapkan pelayanan publik terbaik di dunia. Dua negara di Eropa timur itu yakni Uzbekistan dan Azerbaijan.
Bupati Gowa ini berangkat tidak sendiri. Namun sekaligus mendampingi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Abdullah Azwar Anas.
Dalam lawatannya kedua negara ini serangkaian studi tiru terhadap penerapan pelayanan publik di dua negara tersebut, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan dirinya mendampingi Menteri PAN-RB tersebut.
”Saya diminta Kementerian PAN-RB untuk ikut mendampingi dalam studi tiru pelayanan publik yang akan berlangsung selama lima hari ke depan. Saya berangkat pada jam 12 lewat malam ini menuju Azerbaijan,” kata Adnan mengabarkan keberangkatannya di IGnya, Senin jelang dinihari dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta.
Sebelumnya, bupati Gowa berangkat bersama istrinya Priska Paramita disertai Kadis PM-PTSP Gowa Indra Setiawan Abbas dari rumah jabatannya pada Minggu (8/10) pukul 16.00 Wita (waktu Indonesia tengah) ke Jakarta dan sampai di Jakarta berangkat dengan tujuan pertama ke Azerbaijan pada Senin (9/10) pada pukul 00.10 Wib (Waktu Indonesia Barat).
Perjalanan dari Indonesia ke Azerbaijan ini berkisar 20 jam 25 menit.
Dari Jakarta, rombongan transit di Dubai dua jam. Kemudian ganti pesawat menuju Baku sebelum ke Azerbaijan.
Sementara itu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Gowa, Indra Setiawan Abbas, saat dikonfirmasi via WhatsApp, Senin siang menjelaskan, selain bupati Gowa, dalam rombongan Menteri PAN-RB ini ada beberapa kepala daerah lainnya.
Namun dikatakan Indra, bupati Gowa adalah satu-satunya kepala daerah di Indonesia timur yang diminta Menteri PAN-RB untuk ikut.
”Pak bupati Gowa jadi kepala daerah satu-satunya di Indonesia timur yang dipanggil mendampingi Pak MenPAN-RB,” kata Indra yang juga ikut dalam rombongan kunker ini.
Dijelaskan Indra, kunker ini dalam rangka menindaklanjuti hubungan yang telah terbangun antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Azerbaijan dan Uzbekistan.
Dimana, Pemerintah Indonesia melalui KemenPAN-RB sebelumnya telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan The State Agency of Public Service and Social Innovation Under the President of Azerbaijan.
Kerja sama yang dilakukan pada 2017 lalu terkait pelayanan prima.
Nota Kesepahaman itu kemudian diperpanjang sesuai Nota Diplomatik Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Kemenlu Azerbaijan pada 2021 lalu.
”Dalam kunjungan ini, secara tidak langsung Pemkab Gowa juga dapat melakukan studi tiru terkait penyelenggaraan pelayanan terpadu yang ada di Azerbaijan dan Uzbekistan. Tentu kita akan mengadopsi kemajuan pelayanan terpadu yang ada di dua negara itu. Apalagi kita (Pemkab Gowa) sedang membangun Mall Pelayanan Publik (MPP) dan Pos Pelayan Publik (PPP) di kecamatan yang ada di dataran tinggi,” terangnya.
Uzbekistan saat ini menjadi negara yang sedang membangun pelayanan terpadu menuju digitalisasi. Sehingga, kata Indra, kunker ini akan sangat berharga dalam mempelajari sistem pelayanan terpadu yang diberlakukan negara tersebut.
”Kita berharap segala kemajuan dan kemudahan dalam pelayanan terpadu yang ada di dua negara itu nantinya bisa kita adopsi di MPP dan PPP yang saat ini sedang dibangun di Kabupaten Gowa,” kata Indra lagi. (sar)

