Site icon Berita Kota Makassar

Terganggu Dengan Istilah Bangkrut

MAKASSAR, BKM–Politisi Partai Demokrat Sulsel Andi Januar Jaury Dharwis masih tidak menerima kalimat yang disampaikan Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin yang telah menggunakan diksi ‘bangkrut’ sekaitan dengan keadaan fiskal Provinsi Sulsel saat ini.
Bahwa sesungguhnya yang terjadi adalah ketidakseimbangan antara pendapatan belanja serta kewajiban jangka pendek dan panjang. Diketahui bahwa penyebab utama dari ketidakseimbangan tersebut karena carry over, hutang dbh, target yang tidak tercapai disusul oleh rencana belanja yang tidak berimbang dengan kekuatan pendapatan.

Meski demikian potensi pendapatan terus berjalan normal dan bertumbuh yang berasal dari 5 sektör pajak, aset, bumd, dan pendapatan lainnya yang sah. “Istilah bangkut itu jika keadaan sama sekali tidak bisa lagi operasi serta hutang menumpuk, sementara gambaran fiskal pemprov dari PAD saja yang diasumsikan sekitar 5 triliun mampu untuk menutupi biaya operasional serta penyelesaian hutang. Bahkan bisa saja kebijakan terarah ke arah membatasi belanja program dan kegiatan yang tidak mengurangi target pembangunan dan pelayanan secara signifikan agar kondisi fiskal sulsel berangsur pulih normal,”ujar Andi Januar yang juga Ketua Komisi C DPRD Sulsel ini, Jumat (13/10).

Olehnya itu, akhirnya fraksi Demokrat DPRD Sulsel khawatir jika berita bangkrut yang viral ini mempengaruhi persepsi ekonomi di mata publik dan pasar. “Kami tak ingin sulsel yg dikenal dengan ketahanan ekonominya akhirnya terkoreksi hanya karena berita tersebut,”jelasnya. Diketahui bahwa kekuatan belanja pemerintah menjadi salah satu elemen penguat domestik regional bruto yang saling terhubung dengan konsumsi rumah tangga serta investasi. Inilah semua komponent yang menjanjikan kebijakan ekonomi dalam menggenjot pendapatan perkapita, daya beli masyarakat serta iklim investasi. Bahkan indikator makro menjadi bagian utama mendasari peletakan target-target untuk rencana pembangunan selanjutnya. “Jadi di sini keadaan fiskal sulsel bukan bangkrut, tetapi memerlukan komitmen bersama untuk penyehatan hingga normal kembali,”pugnkas
Andi Januar. (rif)

Exit mobile version