Site icon Berita Kota Makassar

Bahtiar: Generasi Muda Sulsel Harus Siap dengan Suasana Baru

MAKASSAR, BKM — Puncak peringatan Hari Jadi Sulsel ke-354 dilaksanakan dalam bentuk Rapat Paripurna di Gedung DPRD Sulawesi Selatan, Jumat (19/10) hari ini. Memaknai hari jadi kali ini, Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin menyambut dengan bersyukur sebagai orang Sulsel yang tersebar hampir seluruh di dunia.

”Pertama kita patut bersyukur, tanah kita di Sulsel melahirkan banyak perbaikan. Orang-orang di Sulsel ini kan boleh dikata menyebar di seluruh dunia, dan banyak melahirkan pemimpin. Ini tanah pemimpin. Banyak memberikan keberkahan pada daerah ini. Kedua, atas wujud syukur itu, kita gunakan ulang tahun ke-354 ini untuk merenung melakukan introspeksi, evaluasi apa yang baik-baik sudah kita capai, dan kita terbuka untuk merenung apa yang belum tercapai,” terang Bahtiar Baharuddin saat menuju Anjungan Pantai Losari menghadiri rangkaian HUT Sulsel berupa pembukaan Pentas Seni Budaya, Rabu (18/10).

Di usia 354 tahun Sulsel, Bahtiar Baharuddin mempermantap program pengelolaan alam, laut dan darat
.
“Dari situlah kita Insyaallah akan jernih ke depannya untuk bagaimana sebaiknya daerah ini kita kelola. Dari sisi alamnya yang luar biasa, di laut dan darat. Terus posisi strategis wilayah kita, manusia dan ada nilai sebagai warga Sulsel, yang membedakan masyarakat Sulsel dengan lainnya,” jelasnya.
Menurutnya, Sulsel punya karakter dan kepribadian serta falsafah hidup orang Bugis-Makassar, Tana Toraja, dan lainnya. ”Itulah yang saya maksud Sulsel Baru ke depannya. Dalam pengertian bukan apa-apa kita membangun Sulsel ke depannya yang baru, Sulsel bagian integral di Indonesia. Yang kedua, Sulsel juga bagian dari peradaban dunia. Kita memasuki dunia baru yang mungkin tidak dialami oleh senior-senior kita. Maka generasi muda Sulsel harus siap dengan suasana baru,” terangnya.

Ia mengungkapkan, sekarang mungkin kita hidup di pedalaman, tapi terhubung dengan dunia karena adanya teknologi yang menyatukan manusia dan tanpa batas teritori negara. Untuk hal-hal baru ini tentu harus dilakukan penyesuaian dalam tata pemerintahan
.

“Tapi yang paling penting kita harus bersyukur, Tuhan baik sama kita dan masyarakat Sulsel. Karena di depan mata ada proses politik yang sedang berlangsung, biar berjalan sesuai dengan hukum. Tetap kita menjaga persahabatan harmoni persaudaraan. Kompetisi saja. Seperti main bulutangkis, ada yang menang ada yang kalah, ya biasa saja. Tapi jagan sampai masyarakat kita diadu domba dan terhasut,” tandasnya.
Yang paling penting, lanjutnya, jadikan momentum 354 tahun memperkuat dan menebalkan lagi rasa persaudaraan. Hal itu menjadi modal untuk membangun Sulsel ke depan.
”Semua pemimpin memiliki kelebihan membangun Sulsel. Makanya, saya berterima kasih kepada pemimpin di Sulsel, siapapun itu, baik pemerintah maupun masyarakat yang telah memberikan pengabdian membangun daerah ini. Saya hanya diberikan kesempatan pemerintah oleh presiden untuk memimpin sementara. Saya pada kesempatan ini mohon maaf pada seluruh masyarakat Sulawesi Selatan jika dalam hal mengelola ada kekurangan, tetapi saya sungguh-sungguh menyampaikan bahwa, saya hendak mengkonsulidasikan seluruh sulsel utamanya di pemerintahan provinsi dan kabupaten kota menjadi kesatuan yang tidak terpisahkan,” jelasnya.
Sekat-sekat hubungan kemasyarakatan dan pemerintahan yang selama ini mungkin ada sedikit kebuntuan, lanjut Bahtiar, akan diurai pelan-pelan guna mengharmoniskan kekuatan kabupaten/kota menjadi energi bersama membangun Sulsel. ”Saya akan menjadi fasilitator bagi pemerintah kabupaten kota untuk Sulawesi Selatan,” imbuhnya. (jun)

Exit mobile version