MAKASSAR, BKM–Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Sulawesi selatan mulai mensosialisasikan pasangan Ganjar Pranowo – Mahfud MD.
Wakil Ketua DPD PDIP Sulsel bidang Idiologi dan kaderisasi Muhammad Iqbal Arifin mengaku memuji Megawati yang selalu menahan syahwat politiknya demi kekuasaan, termasuk jika mendorong anaknya sebagai Capres atau Cawapres.
“Partai itu katalisator untuk mencari pemimpin, bukan kekuasaan. Ditunjuknya Ganjar dan Mahfud karena keduanya memiliki akseptabilitas, dan keduanya mampu menyelesaikan banyak persoalan secara komprehensif. Ganjar dari kalangan nasionalis, sementara Mahfud dari kalangan agamis atau tokoh NH. Keduanya juga paripurna karena pernah dieksekutif serta dilegislatif. Bahkan Pak Mahfud pernah di yudikatif sehingga disebut dwitunggal karena dua kekuatan yang digabungkan dengan latar belakang yang bersih,”jelas Iqbal yang juga bacaleg DPRD Sulsel dari Dapil V meliputi Kabupaten Bulukumba dan Sinjai ini.
Menurut Iqbal, pilihan Mahfud sebagai Cawapres merupakan keputusan yang bijaksana karena Ganjar-Mahfud adalah kekuatan besar bagi Republik ini bagaimana empat parpol pengusung berkontemplasi dalam hal ini Ibu Megawati sebagai ketua umum PDIP mengkontemplasi dua kekuatan besar yang sejatinya bisa memajukan Republik Indonesia kedepan
Ganjar sebagai representasi nasionalis dan Mahfud MD sebagai agamis.
“Kita berharap pasca dideklarasikan pasangan Ganjar-Mahfud dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat menjadi satu-satunya pilihan yang bisa memajukan bangsa dan negara
Salah satunya bisa menangani kasus-kasus korupsi. Saya kira itu bisa menjadi konsen terbesar kepemimpinan Ganjar-Mahfud ke depan
Kekuatan Ganjar-Mahfud di Sulsel, berapa persen kemenangannya?
Kita berharap dan berupaya sebisa mungkin bahwa Ganjar-Mahfud juga bisa mempunyai elektabilitas di masyarakat khususnya untuk meraih elektoral kemenangan Pilpres 2024
Kalau kita bicara Sulsel yang hampir sebagian besar penduduknya yang agamis, muslim. Mahfud adalah orang yang representasi untuk menjawab apa yang menjadi keraguan masyarakat Sulsel terhadap kedua pasangan ini.
Ganjar pun demikian, selain nasionalis, istri (Siti Atikoh Supriyanti) beliau adalah cucu dari Kiai besar Nahdlatul Ulama (NU), Hisyam Abdul Karim
Jadi pasangan Capres-Cawapres Ganjar dan Mahfud, kita harap bisa menjadi dwi tunggal yang bisa memberikan sumbangsi besar terhadap masyarakat Indonesia ke depan untuk negara ini kedepan, terkhusus untuk pemberantasan hal-hal yang diangkat menjadi musuh masyarakat.
Yang jelas bahwa untuk di Sulsel sendiri kami berupaya semaksimal mungkin, Ganjar-Mahfud bisa mendapat elektoral yang mumpuni.
Gerak cepat semua kader diinstruksikan mensosialisasikan pasangan ini?
Kader dari empat partai pengusung tentu saja, dari PDIP, PPP, Perindo dan Hanura akan bahu membahu dan sama-sama relawan satukan barisan, satu tarikan nafas bagaimana memenangkan Ganjar-Mahfud.

