GOWA, BKM — Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, pada Rabu pagi (18/10), berkunjung ke pasar sore di Gowa. Yakni Pasar Minasa Maupa yang terletak dekat tanggul DAS Jeneberang, Kelurahan Tompo Balang, Kecamatan Somba Opu.
Kunjungan Pj gubernur Sulsel ini tak lain untuk mericek harga kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya di Gowa sebagai penyangga Kota Makassar.
Kunjungan ini disertai Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni serta jajaran Dinas Perdagangan dan Perindustrian Gowa dan Dinas Perdagangan Sulsel.
Dalam kehadirannya di pasar sore itu (disebut pasar sore karena awalnya pasar ini hanya ramai dikunjungan warga yang berbelanja sore hari), Bahtiar banyak berinteraksi dengan para pedagang setempat.
Wabup Gowa Abd Rauf Malaganni kepada media di sela operasi pasar tersebut mengatakan kunjungan Pj gubernur ini dalam rangka mengecek stok dan harga sejumlah kebutuhan pokok.
”Hari ini saya mendampingi bapak Pj gubernur mengecek sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, bawang, ikan, telur dan cabe. Dan setelah diricek stok kebutuhan pokok cukup dan harga relatif terkendali, kecuali harga cabe yang mengalami kenaikan,” kata Rauf yang hadir bersama Dandim 1409 Gowa, Letkol Inf Muhammad Isnaeni Natsir, Wakapolres Gowa, Kompol Soma Mihardja, Plt Kadis Perdastri, Taufik Mursad, dan Kadis Ketahanan Pangan, Syamhari.
Dikatakan Wabup Gowa, dalam operasi pasar ini, Pj gubernur Sulsel meminta Pemerintah Kabupaten Gowa untuk melakukan intervensi terhadap kenaikan harga cabe dengan melakukan upaya pembelian cabe di daerah lainnya.
”Kami akan segera menindaklanjuti setelah kami laporkan dulu ke Pak Bupati terkait instruksi tersebut,” kata Wabup Gowa lagi.
Sementara itu, Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, mengatakan, membeli komoditi dari daerah lain merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengintervensi kenaikan harga cabe rawit ini.
”Saya sudah mohon pak wakil bupati Gowa, juga kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Perdastri Gowa, hari ini mungkin akan dilakukan upaya membeli cabe di tempat produksinya yakni di Jeneponto, Wajo atau Enrekang,” kata Bahtiar.
Bahtiar mengatakan, cabe menjadi bahan utama dalam bumbu masakan masyarakat Sulsel sehingga Bahtiar pun berharap kenaikan harga cabe ini bisa ditangani lebih cepat.
”Intervensi ini harus segera dilakukan, kasihan juga warga kalau terlalu mahal, kan orang Bugis-Makassar sukanya cobek-cobek (sambal ulek),” kata Bahtiar sedikit kelakar.
Berdasarkan hasil pantauan di pasar Minasa Maupa, diketahui saat ini harga cabe rawit Rp35.000 per Kg, sebelumnya pada pekan lalu hanya Rp25.000 per Kg.
Seperti dikatakan Reski, salah seorang penjual cabe setempat, dirinya membeli cabe rawit ini dengan harga Rp32. 000 per Kg, sehingga dia pun menjualnya ke konsumen seharga Rp35.000 per Kg.
”Untuk cabe rawit saat ini kami jual Rp35.000 per Kg sedang cabe merah (lombok besar) dijual Rp20.000 per Kg dari harga beli Rp16.000 per Kg. Minggu sebelumnya cabe merah seharga Rp15.000 per Kg,” jelas Reski. (sar)

